TAPAKTUAN — Aksi pencurian dengan modus mencongkel jendela dan pintu terjadi di Gampong Sawang II, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Keuchik Gampong Sawang II, Martunis, menyebut pelaku diperkirakan beraksi tengah malam hingga dini hari saat penghuni terlelap.
Lima rumah yang menjadi sasaran masing-masing milik Rian, Ahmad Hidayat, Ali Hasyimi, Tgk Amirin, dan Zaman. Kerugian terbesar dialami Rian yang kehilangan 27 mayam emas serta uang tunai Rp1 juta milik arisan anaknya.
Dari rumah Ahmad Hidayat, pelaku membawa uang dalam celengan sekitar Rp300 ribu. Di rumah mantan Keuchik Ali Hasyimi, pencuri hanya berhasil mengambil uang tunai dari dompet.
Adapun di rumah Tgk Amirin, pelaku berhasil masuk tetapi tidak membawa harta benda. Hal serupa terjadi di rumah Zaman karena pelaku tidak berhasil mengambil barang berharga.
"Diperkirakan aksi pencurian terjadi tengah malam saat korban terlelap. Lima rumah warga diobrak-abrik. Salah satunya kehilangan 27 mayam emas dan sejumlah uang tunai. Kasus ini sangat meresahkan warga," kata Martunis, Sabtu (12/09/2026).
Informasi dari warga menyebutkan aksi pencurian juga terjadi di Kecamatan Meukek dalam beberapa pekan terakhir. Di Gampong Lhok Aman, sejumlah rumah warga dilaporkan menjadi sasaran.
Warga menyebut pelaku tidak hanya menyasar rumah orang berada, tetapi juga rumah warga kurang mampu. Uang yang disebut milik anak yatim turut dilaporkan hilang.
Kasus serupa disebut terjadi di Gampong Rotteungoh. Sedikitnya enam rumah warga dibobol dalam satu malam, masing-masing tiga rumah di sekitar jembatan layang, dua rumah di Dusun Keude, dan satu rumah di Dusun Kuta Cut.
Kapolres Aceh Selatan AKBP T Ricki Fadlianshah melalui Kapolsek Sawang Iptu Ian Fitra membenarkan pihaknya telah menerima laporan pencurian di Gampong Sawang II.
"Kasus ini sudah dilaporkan dan dilimpahkan ke Polres Aceh Selatan untuk tindak lanjut penyelidikan," kata Ian Fitra.
Penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap pelaku. Jajaran Polsek Sawang juga akan meningkatkan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Informasi soal aksi pencurian ini beredar luas di media sosial. Sejumlah warga dan netizen menyebut kejadian serupa terjadi di sejumlah wilayah lain di Aceh Selatan.
Kondisi itu membuat masyarakat meminta kepolisian meningkatkan patroli malam hingga dini hari serta mengusut setiap laporan pencurian.
Sejumlah warga mengaitkan maraknya pencurian dengan dugaan penyalahgunaan narkoba, perjudian online, kondisi ekonomi, dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab dan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan aparat penegak hukum.