Bandara Juanda Surabaya Masuk Daftar Gerbang Penerbangan Berkembang di Asia

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 12 September 2026 | 10:47:01 WIB
Bandara Juanda Surabaya masuk kategori bandara berkembang di Asia versi Air Connectivity Index 2025.

ACEH — Surabaya berada dalam kelompok bandara dengan jumlah penumpang 1 hingga 15 juta orang per tahun. Kategori ini menilai kemampuan bandara menghubungkan berbagai destinasi secara luas dan efektif.

Bandara Lain di Kategori yang Sama

Selain Surabaya, ada beberapa bandara regional yang masuk kelompok serupa. Da Nang dan Phu Quoc di Vietnam, Madinah di Arab Saudi, serta Muscat di Oman.

Masuknya bandara-bandara ini menunjukkan pertumbuhan konektivitas udara tidak hanya terjadi di hub utama. Pusat-pusat penerbangan regional juga mengalami perkembangan serupa.

Cara ACI Menilai Konektivitas

ACI menilai konektivitas berdasarkan skala dan frekuensi jaringan penerbangan. Bobot ekonomi destinasi, kualitas, dan efisiensi koneksi juga jadi pertimbangan.

Artinya, penilaian tidak semata-mata melihat jumlah penumpang. Kemampuan sebuah bandara menghubungkan berbagai destinasi secara luas dan efektif jadi faktor utama.

Melansir VN Express, Kamis, 10 September 2026, Dubai masih memimpin indeks untuk kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Shanghai Pudong di posisi kedua, disusul Incheon, Guangzhou Baiyun, dan Hamad Doha.

Pertumbuhan Konektivitas Asia-Pasifik

ACI mencatat konektivitas kawasan Asia-Pasifik meningkat 10 persen sepanjang 2025. Kenaikan ini seiring bertambahnya jaringan penerbangan dan mobilitas penumpang.

Pada awal 2026, konektivitas Asia-Pasifik naik 0,5 persen dibanding periode sebelumnya. Lalu lintas penumpang meningkat 1,6 persen secara tahunan.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan tidak hanya terjadi di bandara hub internasional berkapasitas besar. Bandara regional seperti Surabaya yang melayani jaringan domestik dan internasional juga ikut terdampak positif.

Dominasi Bandara Asia dan Timur Tengah

Dubai International Airport mempertahankan posisi pertama dalam Air Connectivity Index 2025. Skor konektivitasnya hampir 40 persen lebih tinggi dibanding Shanghai Pudong di posisi kedua.

Posisi berikutnya ditempati Incheon di Korea Selatan, Guangzhou Baiyun di China, dan Hamad International Airport di Doha. Lima besar indeks didominasi bandara yang menjadi hub utama penerbangan di Asia dan Timur Tengah.

Singapore Changi berada di posisi berikutnya, disusul Beijing Capital, Bangkok Suvarnabhumi, Tokyo Haneda, dan Hong Kong International Airport.

Pertumbuhan di Berbagai Bandara

ACI mencatat 74 persen dari 315 bandara yang disurvei mengalami peningkatan konektivitas dalam Air Connectivity Index 2025. Pertumbuhan terjadi di berbagai kategori berdasarkan kapasitas penumpang.

Kuala Lumpur mengalami peningkatan konektivitas sebesar 30 persen. Hong Kong tumbuh 28 persen, sedangkan Shanghai Pudong mencatat kenaikan 32 persen dan menjadi bandara dengan pertumbuhan konektivitas terbaik dalam indeks tersebut.

Perkembangan konektivitas Surabaya berpotensi memperkuat posisinya dalam jaringan perjalanan udara di Asia Tenggara. Akses yang lebih luas bagi wisatawan dan pelaku bisnis pun terbuka.

Bagi warga Jawa Timur, kabar ini bisa jadi pertimbangan saat merencanakan perjalanan. Pilihan rute dan frekuensi penerbangan dari Juanda yang terus bertambah membuat mobilitas semakin mudah.

Reporter: Sutomo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top