BANDA ACEH — Penguatan sinergi antara Polda Aceh dan Badan Baitul Mal Aceh dinilai bakal membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Pertemuan yang berlangsung di Mapolda setempat itu menjadi pembuka jalan bagi komunikasi yang lebih erat antara aparat keamanan dan lembaga pengelola zakat tersebut.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi kelembagaan. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi sangat penting untuk mendukung terciptanya kemaslahatan umum di Serambi Mekkah.
Baitul Mal Aceh memiliki posisi yang tidak bisa dilepaskan dari denyut kehidupan sosial masyarakat. Lembaga ini mengemban peran strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, termasuk memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima.
"Polri pada prinsipnya terbuka untuk membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Sinergi yang terjalin dengan baik diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Aceh," ujar Joko dalam keterangannya.
Komunikasi yang intensif antara Polda dan BMA dinilai penting untuk menyelaraskan berbagai program sosial. Harapannya, program yang dijalankan bisa memberikan manfaat langsung, terutama bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori kurang mampu dan membutuhkan perhatian.
Dari pertemuan tersebut, tersirat adanya keinginan kuat dari kedua institusi untuk saling mendukung. Tidak hanya dalam hal penyaluran bantuan, tetapi juga potensi kolaborasi dalam pengawasan dan pendampingan agar bantuan sosial dari Baitul Mal dapat lebih efektif menjangkau warga yang membutuhkan.
Joko berharap silaturahmi yang sudah terbangun ini semakin memperkuat hubungan kelembagaan antara Polda Aceh dan BMA. Dengan begitu, akan lahir banyak kolaborasi konkret yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Aceh di masa mendatang.