ACEH — Keputusan EPA ini memungkinkan bensin dengan tingkat Reid Vapor Pressure (RVP) lebih tinggi—yang biasanya baru dijual saat musim dingin—masuk ke pasar lebih cepat. Artinya, stasiun pengisian bahan bakar di sejumlah negara bagian bisa langsung menjual stok yang selama ini disimpan, tanpa harus menunggu kalender musim.
Texas, Arizona, dan California menjadi negara bagian yang biasanya paling lama menahan penjualan winter blend karena suhu musim gugurnya masih panas. Namun, dengan adanya keringanan dari pemerintah federal, aturan lokal itu untuk sementara tidak berlaku.
Perbedaan mendasar antara kedua jenis bensin ini bukan soal aroma kayu manis atau cengkeh, melainkan pada level RVP. Semakin tinggi RVP, semakin cepat bahan bakar menguap pada suhu tertentu.
Untuk bensin E10—campuran 10 persen etanol—EPA menetapkan formula musim panas dengan RVP lebih rendah. Tujuannya jelas: mengurangi penguapan di suhu tinggi. Saat suhu turun, volatilitas tidak lagi menjadi masalah besar, sehingga winter blend dengan RVP lebih tinggi bisa digunakan.
Langkah ini memang dirancang untuk mengatasi lonjakan harga yang dipicu gangguan pasokan global. Namun, pelonggaran regulasi emisi punya konsekuensi yang tidak bisa diabaikan.
RVP yang lebih tinggi berarti lebih banyak uap bensin yang lolos dari tangki bahan bakar. Meskipun mobil modern sudah dilengkapi tutup tangki bertekanan atau sistem capless, uap tetap bisa keluar. Kalikan dengan ratusan juta kendaraan di Amerika Serikat, dan hasilnya adalah peningkatan konsentrasi ozon permukaan tanah serta kabut asap (smog).
Paparan polutan ini tidak baik untuk pernapasan, terutama dalam jangka panjang. Sebelumnya, EPA juga sudah mengizinkan penjualan E15—bensin dengan 15 persen etanol—selama musim panas, yang biasanya dibatasi hanya untuk bulan-bulan dingin.
Bagi konsumen, efek jangka pendeknya jelas: harga di pompa bensin berpotensi turun. Namun, perlu dicermati bahwa penggunaan bahan bakar dengan kandungan etanol lebih tinggi dalam waktu lama bisa merusak mesin kendaraan lawas.
Demikian pula dengan penggunaan winter blend lebih awal. Manfaat langsung berupa harga murah bisa jadi terbayar dengan risiko kesehatan dan perawatan kendaraan yang muncul belakangan. Keputusan EPA ini adalah contoh klasik trade-off antara stabilitas harga dan kelestarian lingkungan.