ACEH — SUV listrik baru ini muncul dalam sesi presentasi José Muñoz, President and CEO Hyundai Motor Company, pekan ini. Dalam materi yang ditampilkan, kendaraan berbadan besar itu tampak diselimuti kamuflase dan diposisikan tepat di antara IONIQ 5 dan Santa Fe di lini produk Hyundai. Belum ada detail teknis yang diungkap, namun Hyundai menyebut model ini akan menjadi bagian penting dari strategi elektrifikasi global mereka.
Yang menarik, SUV D-segment ini bukan sekadar versi peregang dari IONIQ 5. Hyundai menyebutnya sebagai model yang akan dibangun di atas platform SDV (Software-Defined Vehicle) generasi terbaru. Artinya, kendaraan ini akan mengedepankan arsitektur elektronik yang sepenuhnya terintegrasi, berbeda dengan basis E-GMP yang dipakai IONIQ 5.
Platform anyar ini akan menjadi fondasi bagi Hyundai untuk menerapkan teknologi otonom level 2 hingga level 4 ke depannya. Sistem ini rencananya mulai dipasang pada model produksi massal pertama mereka pada 2028, hasil kolaborasi dengan NVIDIA.
Menariknya, SUV D-segment ini pertama kali muncul saat Muñoz menjelaskan strategi Hyundai di pasar China. Dalam rencana "Phase II" untuk negeri Tiongkok, Hyundai akan memperkenalkan B-SUV dan C-SUV baru pada 2027, yang kemudian disusul oleh D-SUV, D-MPV, dan D-sedan. Namun, menurut laporan TheKoreanCarBlog, model ini dikembangkan sebagai kendaraan global, bukan khusus untuk satu pasar.
Jika benar meluncur global, Amerika Serikat menjadi pasar yang paling potensial. Hyundai mencatat rekor penjualan ritel 490.000 unit di AS pada paruh pertama tahun ini, dan IONIQ 5 berhasil menduduki peringkat ketiga SUV listrik terlaris di sana, di bawah Tesla Model Y dan Model 3.
SUV listrik anyar ini dipastikan akan mengusung sistem infotainment Hyundai terbaru, yakni Pleos Connect. Sistem ini dibangun langsung di atas Android Automotive OS, sehingga pengoperasiannya mirip seperti menggunakan smartphone—lengkap dengan aplikasi, layar yang bisa dikustomisasi, dan asisten AI bernama Gleo AI yang tertanam di dalam kabin.
Sebelum SUV D-segment ini hadir, sistem Pleos Connect akan lebih dulu debut di Eropa melalui IONIQ 3 yang rencananya meluncur dalam delapan bulan ke depan.
SUV D-segment ini hanyalah satu dari sekian banyak model baru yang disiapkan Hyundai. Dalam delapan bulan ke depan saja, Hyundai akan meluncurkan tujuh kendaraan baru, termasuk Elantra terbaru, IONIQ 3, Tucson dan Tucson Hybrid, serta Santa Fe EREV pertama mereka.
Secara keseluruhan, Hyundai dan Genesis berencana meluncurkan 100 model baru atau model yang diperbarui secara global hingga 2030. Dari jumlah tersebut, 58 di antaranya akan dipasarkan di Amerika Utara, 49 di Korea Selatan, 41 di Eropa, dan 26 di India. Targetnya, kendaraan elektrifikasi—termasuk hybrid, EV murni, dan EREV—akan menyumbang 60 persen dari total penjualan global pada 2030, naik signifikan dari porsi 23 persen pada 2025.