BANDA ACEH — Penghargaan bergengsi di tingkat nasional kembali diraih Pemerintah Kota Banda Aceh. Kota berjuluk Serambi Mekah ini dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan kategori Inovasi Daerah dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 yang berlangsung di iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Banda Aceh tercatat menjadi satu dari enam pemerintah daerah yang menerima penghargaan pada kategori tersebut. Lima daerah lainnya adalah Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kota Sungai Penuh, Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kabupaten Malinau, dan Pemerintah Kota Subulussalam.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan bahwa apresiasi ini bukan sekadar pencapaian institusi, melainkan milik seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pembangunan dan inovasi di kota itu tidak akan berjalan tanpa kolaborasi semua pihak.
"Ini bukan hanya penghargaan untuk pemerintah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Banda Aceh. Karena membangun kota tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama," kata Illiza dalam keterangan resmi yang diterima media, Kamis.
Illiza mengungkapkan, penghargaan ini akan dijadikan pemicu semangat bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Banda Aceh. Fokus utama ke depan adalah memastikan setiap inovasi yang dijalankan benar-benar berdampak langsung pada perbaikan layanan kepada masyarakat.
"Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Namun yang lebih penting adalah bagaimana inovasi yang kita lakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pelayanan pemerintahan menjadi semakin baik," ujarnya.
Pemko Banda Aceh berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga sektor pembangunan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala daerah penerima penghargaan. Ia menyebut mereka layak disebut sebagai "petarung" karena mampu menghadirkan dampak nyata di tengah tuntutan tugas yang berat.
Menurut Bima, kepala daerah saat ini menghadapi beban tanggung jawab yang besar. Mereka dituntut mengawal program strategis pemerintah pusat, menjalankan janji kampanye, memenuhi pelayanan dasar, menghadapi sorotan publik, serta tetap bekerja dalam koridor hukum.
"Kalau hari ini kemudian para kepala daerah itu menerima penghargaan, mereka memang para petarung. Di retreat, kami menyebut mereka para petarung. Penghargaan ini bukan sekadar menambah daftar koleksi pribadi kepala daerah, tapi juga merupakan penghargaan bagi semua yang berkeringat, yang menyukseskan program-program perolehan mereka, dan memberikan inspirasi bagi yang lain," tutur Bima.