Pulau Banyak Terkunci Jaringan Informal: 45,6% Wisatawan Andalkan Kenalan, Calon Pelancong Mandiri Terhalang Minimnya Informasi Publik

Penulis: Ragil  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:07:31 WIB
Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Banyak mayoritas memperoleh informasi dari kenalan atau kerabat di Aceh Singkil.

**SINGKIL** — Pulau Banyak selama bertahun-tahun beroperasi seperti destinasi tertutup. Aksesnya hanya terbuka bagi mereka yang memiliki relasi di Aceh Singkil. Survei peneliti kepariwisataan Cahyo Pramono mengungkap, 45,6% wisatawan yang pernah berkunjung mendapatkan informasi awal dari kenalan atau kerabat di Singkil atau Pulau Banyak. Hanya 19,6% wisatawan yang datang mandiri bermodalkan riset internet.

Calon Wisatawan Justru Baru Tahu dari Kuesioner

Temuan yang lebih memprihatinkan muncul dari kelompok calon wisatawan yang belum pernah menginjakkan kaki di gugusan pulau di Samudra Hindia itu. Hampir setengahnya, tepatnya 49,6%, mengaku baru mengetahui keberadaan Pulau Banyak setelah menerima kuesioner survei. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki kenalan di Singkil atau Pulau Banyak, yang hanya mencapai 23,4%.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan bagi pengembangan pariwisata. Pelancong mandiri dari Jakarta, Bandung, Medan, atau Banda Aceh yang tertarik berwisata bahari namun tak punya teman lokal di Singkil, kemungkinan besar akan membatalkan niatnya. Mereka beralih ke destinasi lain yang panduan perjalanannya lebih mudah diakses, misalnya Sabang.

Jebakan Informasi yang Membatasi Pertumbuhan

Ketergantungan ekstrem pada jaringan informal ini disebut Cahyo sebagai jebakan informasi yang membatasi pertumbuhan pariwisata Pulau Banyak. Skala kunjungan hanya berputar di lingkaran sosial terdekat, sementara potensi pasar wisatawan umum tidak tersentuh.

"Wisatawan luar daerah yang tidak memiliki kenalan lokal akan merasa teralienasi sebelum mereka sempat berangkat ke Pulau Banyak," tulis Cahyo dalam laporannya.

Perlunya Pusat Informasi Digital Resmi

Untuk memutus ketergantungan pada jalur informal, Cahyo mendorong pelaku usaha pariwisata lokal dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera membangun Digital Information Hub yang resmi dan independen. Portal tersebut dinilai krusial untuk menyediakan informasi dasar yang selama ini sulit ditemukan calon wisatawan.

Beberapa data penting yang wajib tersedia dan mudah diakses di internet meliputi:

- Jadwal kapal feri atau speedboat menuju Pulau Banyak.
- Estimasi biaya perjalanan darat dari Medan.
- Daftar penginapan yang tervalidasi.
- Kontak pemandu lokal yang resmi.

Dengan adanya pusat informasi tersebut, wisatawan asing maupun domestik dapat merencanakan perjalanan secara mandiri. "Memang kita seharusnya dapat mempermudah orang asing atau calon wisatawan untuk datang ke Pulau Banyak tanpa harus tergantung dengan meminta bantuan teman lokal," pungkas Cahyo.

Reporter: Ragil
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top