BIREUEN — Ribuan mahasiswa baru Universitas Almuslim (Umuslim) memulai hari pertama perkuliahan mereka melalui rangkaian PKKMB 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi para mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus sebelum memasuki perkuliahan aktif.
Dalam sambutannya, Rektor Umuslim Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan bahwa kesuksesan mahasiswa di masa depan tidak ditentukan oleh nilai akademik semata. Ia memperkenalkan konsep kompetensi 6C yang menjadi fondasi pembelajaran di kampus tersebut.
Marwan merinci enam keterampilan yang wajib dimiliki mahasiswa, yakni communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), creativity (kreativitas), critical thinking (berpikir kritis), citizenship (kewarganegaraan), dan character (karakter). Menurutnya, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan gagasan, tetapi juga kemampuan menjadi pendengar yang baik.
Sementara itu, critical thinking dibutuhkan untuk menganalisis informasi dan memecahkan masalah. Adapun character mencakup integritas, disiplin, serta etika kerja yang menjadi modal utama di dunia profesional.
“Tidak ada perbedaan antara kampus negeri dan swasta. Yang membedakannya adalah capaian prestasi,” ujar Marwan di hadapan para mahasiswa baru.
Marwan juga mengingatkan para mahasiswa tentang sejarah panjang Umuslim yang lahir dari nilai-nilai wakaf masyarakat dan perjuangan para pendahulu sejak sebelum Indonesia merdeka. Ia menegaskan bahwa kampus ini terus berupaya menunjukkan prestasi di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Senada dengan itu, Pembina Yayasan Almuslim Peusangan (YAP), Rusyidi Mukhtar, S.Sos., mengajak mahasiswa baru untuk menjaga nama baik almamater dan menjauhi narkotika. Ia menegaskan bahwa fokus dalam perkuliahan dan bebas dari narkoba adalah kunci kesuksesan.
“Umuslim ini milik wakaf, mari bersama kita jaga dan kembangkan. Dari jiwa-jiwa muda inilah Umuslim akan terus maju. Fokus dalam perkuliahan dan bebas dari narkotika pasti akan sukses,” tegas Rusyidi.
Kepala Bagian Kemahasiswaan Umuslim, Muslihin Ahmad, M.Pd., menjelaskan bahwa PKKMB tahun ini disusun secara terstruktur mulai dari tingkat universitas hingga fakultas. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sistem akademik, pejabat dan fasilitas kampus, penanaman nilai karakter, wawasan kebangsaan, serta pengenalan struktur organisasi kemahasiswaan.
“Mahasiswa baru kami harapkan mengikuti seluruh rangkaian ini dengan antusias. Kami juga mengimbau panitia di setiap tingkatan untuk mematuhi panduan kementerian, tanpa ada praktik perpeloncoan atau tindakan destruktif lainnya,” kata Muslihin.
Pembukaan PKKMB turut dihadiri jajaran civitas akademika dan unsur Forkopimda Bireuen, termasuk Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P., serta Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K. Kehadiran unsur keamanan ini sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam menjaga kondusivitas selama masa orientasi berlangsung.