Janji Menag Nasaruddin Umar ke Warga Pidie Jaya Terwujud, Pembangunan MIN 5 yang Hanyut Terjang Banjir Resmi Dimulai

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45:01 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau lokasi pembangunan MIN 5 Pidie Jaya yang baru di Pidie Jaya, Aceh.

PIDIE JAYA — Ratusan siswa MIN 5 Pidie Jaya yang selama ini terpaksa belajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di belakang masjid akhirnya mendapat kepastian. Gedung madrasah baru yang dirancang dua lantai itu akan dibangun di lokasi yang sama dengan fasilitas jauh lebih lengkap dari bangunan sebelumnya.

Nasaruddin tiba di lokasi pada Selasa pagi dan langsung disambut antusias warga, guru, serta orang tua siswa. Ia menyempatkan diri meninjau titik bekas bangunan yang hanya menyisakan satu blok pagar beton sebelum proses peletakan batu pertama dimulai.

Desain Libatkan Fakultas Teknik USK, Dilengkapi Masjid dan Perumahan Guru

Berbeda dengan bangunan lama, kompleks madrasah baru nantinya tidak hanya berisi ruang kelas. Nasaruddin menjelaskan, desain yang disiapkan tim Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) mengusung konsep lingkungan pendidikan terintegrasi.

"Di situ ada masjidnya, dan di situ ada perumahan gurunya. Di situ juga lengkap dengan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan, termasuk laboratorium, perpustakaan, halaman-halaman, dan kantinnya," ujarnya di hadapan warga.

Target Rampung Kurang dari Satu Tahun

Nasaruddin menargetkan pembangunan gedung baru bisa selesai kurang dari satu tahun. Ia menegaskan dukungan pembiayaan telah tersedia sehingga proses pengerjaan bisa dipercepat.

"Kalau bisa sih tidak sampai satu tahun. Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi. Jadi, makin cepat lebih baik supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai," katanya.

Percepatan ini dinilai krusial. Sejak Desember tahun lalu, proses belajar mengajar berlangsung di TPA yang berlokasi di belakang masjid. Kondisi tersebut memaksa siswa dan guru berbagi ruang dengan fungsi ibadah, sebuah tantangan yang disebut Nasaruddin sangat membatasi aktivitas sekolah.

Tanah Hibah Warga Jadi Kunci Percepatan

Proses pembangunan sempat terkendala pembebasan lahan. Namun, persoalan itu akhirnya menemukan titik terang berkat partisipasi masyarakat yang menghibahkan tanahnya.

"Inilah buah dari kerja sama antara warga masyarakat, sekolah, dan pemerintah," ujar Nasaruddin.

Bagi menteri, pembangunan ini bukan sekadar mengganti bangunan yang hilang. Ia mengaku masih teringat jelas pemandangan Aceh saat pertama kali meninjau lokasi bencana pada Desember 2025. "Terutama Aceh yang saya menyaksikan sendiri waktu itu saya menangis betul menyaksikan pemandangan yang sangat memilukan hati," ungkapnya.

Bagian dari Penanganan Pascabencana di Sumatera

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya merupakan bagian dari program pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan pascabanjir bandang serta tanah longsor di wilayah Sumatera. Kementerian Agama mencatat penanganan serupa juga berjalan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Seluruh Aceh dan kita juga membangun di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ada yang direnovasi, ada yang dibangun baru seperti ini," kata Nasaruddin.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari, mendampingi menteri dalam acara tersebut. Ia memastikan tahap pembangunan gedung utama telah dimulai dan akan berjalan sesuai rencana.

Reporter: Sutomo
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top