SPS Revival dan Darud Dunia Hadirkan Ruang Perjumpaan #001 di Banda Aceh, Warga Lintas Profesi Duduk Saling Berbagi Cerita

Penulis: Yasir  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 16:28:31 WIB
Puluhan warga lintas profesi mengikuti Ruang Perjumpaan #001 di Halaman JEDA Rafly Kande, Banda Aceh, Selasa (14/7/2026) malam.

BANDA ACEH — Puluhan warga dari lintas profesi dan komunitas memadati Halaman JEDA Rafly Kande, Banda Aceh, Selasa (14/7/2026) malam. Mereka datang bukan untuk menghadiri seminar atau rapat organisasi, melainkan untuk duduk melingkar, saling memperkenalkan perjalanan hidup, dan berbagi kegelisahan. Itulah esensi Ruang Perjumpaan #001 yang digagas SPS Revival dan Darud Dunia.

Forum ini merupakan kelanjutan dari ikhtiar kedua pihak membangun ekosistem kolaborasi yang mempertemukan seni, kebudayaan, pendidikan, literasi, teknologi, kewirausahaan, hingga pembangunan manusia. Sejak undangan disebarkan, semangatnya sudah ditegaskan lewat kalimat: “Before We Roll, We Meet.”

Bukan Sekadar Panggung Skateboard dan Musik

Dalam pembukaan forum, peserta diajak melihat kembali jejak SPS Revival yang bertransformasi menjadi bagian dari Darud Dunia. Skate Park Stage tak lagi dimaknai sekadar ruang bagi aktivitas seni atau olahraga, melainkan titik temu yang mempertemukan berbagai disiplin pengetahuan, pengalaman, dan profesi.

Selama lebih dari tiga jam, forum berlangsung tanpa presentasi formal. Satu per satu peserta bergantian bercerita. Hadir pekerja psikososial yang pernah mendampingi penyintas tsunami Aceh bersama UNICEF, pegiat pendidikan alternatif, pengelola rumah baca, musisi, penyair, pekerja hak asasi manusia, praktisi teknologi informasi, fotografer, pegiat teater, hingga komunitas skateboard.

Keragaman Peserta Menyoroti Satu Persoalan Bersama

Meski berlatar belakang berbeda, hampir semua peserta merasakan hal yang sama: ruang publik yang memungkinkan masyarakat saling bertemu, berdialog, dan membangun kolaborasi lintas bidang semakin berkurang. Forum juga mencatat partisipasi Generasi Z yang masih terbatas dalam ruang-ruang semacam ini.

Namun kondisi itu tidak dipandang sebagai kelemahan generasi muda. Diskusi justru berkembang pada kesadaran bahwa generasi sebelumnya memiliki tanggung jawab menghadirkan ruang belajar, keteladanan, dan pendampingan. Dari kesadaran itu lahir gagasan awal Lingkar Wali Perjumpaan—jejaring lintas profesi dan lintas generasi yang diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan mendampingi tumbuhnya generasi muda tanpa mengambil alih ruang kreativitas mereka.

Prospektus Hidup dan Semedi Musikal Rafly Kande

Forum juga memperkenalkan pembaruan Investment Prospectus SPS Revival × Darud Dunia. Dokumen ini tidak diposisikan sebagai proposal pendanaan, melainkan living prospectus yang terus berkembang seiring bertambahnya gagasan, jejaring, dan partisipasi dari individu, komunitas, dunia usaha, pemerintah, hingga lembaga filantropi.

Menjelang penutupan, suasana berubah reflektif. Rafly Kande, yang juga tuan rumah, menghadirkan ‘semedi musikal’—perpaduan petikan gitar, nyanyian, dan pembacaan puisi bersama sejumlah penyair lintas generasi. Ia mengingatkan jejak kosmopolitan Aceh di kawasan Selat Malaka sebagai modal filosofis, historis, dan geografis untuk membangun masa depan yang tetap berakar pada identitas kebudayaan sekaligus terbuka terhadap perkembangan dunia.

Ajang SPS Revival Digelar 18 Juli 2026 di Skate Park Lamprit

Ruang Perjumpaan #001 ditutup dengan ajakan untuk kembali berjumpa pada pelaksanaan SPS Revival, Sabtu, 18 Juli 2026, di Skate Park Lamprit. Forum menegaskan, kehadiran SPS Revival bukan untuk mengambil alih agenda Kardo National Stage Qualifier 2026 yang telah lama dipersiapkan komunitas skateboard Aceh. Sebaliknya, SPS Revival hadir sebagai ikhtiar melapisi ruang yang telah lebih dulu dihidupkan para skaters melalui berbagai aktivasi seni, budaya, literasi, dan dialog publik yang berjalan berdampingan.

Reporter: Yasir
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top