BANDA ACEH — AKBP Dr. Akmal menyampaikan pesan motivasi kepada ratusan siswa SMA Negeri 8 Banda Aceh dalam kegiatan Saweu Sikula yang digelar Detasemen Gegana Brimob Polda Aceh. Ia didampingi Dansubden Bantuan Administrasi dan Teknis (Bantis) AKP Agus Kurniadi, Kanit Jibom Ipda Joko Harsono, serta Panit Wanteror Ipda Bambang Hariyadi, S.H.
Dalam amanatnya, AKBP Dr. Akmal mengusung tema "Pelajar Indonesia adalah Powerbank Bangsa". Ia menganalogikan pelajar sebagai sumber energi yang menentukan arah masa depan Indonesia.
"Layaknya powerbank yang menyimpan dan menyalurkan energi, para pelajar diharapkan terus mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, kedisiplinan, serta nilai-nilai moral," ujarnya di hadapan kepala sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
AKBP Dr. Akmal secara spesifik mengingatkan siswa untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), dan tawuran. Ia juga menyoroti dampak buruk penyalahgunaan media sosial, termasuk paparan pornografi yang dinilai dapat merusak perkembangan otak dan menghambat masa depan generasi muda.
Sebaliknya, para pelajar didorong untuk tumbuh menjadi generasi berprestasi, berintegritas, dan disiplin. Mereka juga diharapkan memiliki semangat belajar tinggi serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan Saweu Sikula ini merupakan program rutin personel Detasemen Gegana untuk mendekatkan diri dengan kalangan pelajar. Pihak SMA Negeri 8 Banda Aceh menyambut positif kegiatan tersebut. Para siswa tampak antusias mengikuti upacara sekaligus menyimak motivasi yang disampaikan.
Menurut AKBP Dr. Akmal, kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Setiap pelajar perlu mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul, tangguh, dan mampu bersaing dalam menghadapi tantangan global.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Polri dan dunia pendidikan. Tujuannya membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme sebagai penerus pembangunan bangsa.