BANDA ACEH — Partai Golkar memulai langkah awal menuju Pemilu 2029 dengan memetakan kader-kadernya di Aceh. Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Juli 2026, tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas anggota fraksi, tetapi juga menjadi ajang identifikasi kekuatan di setiap daerah pemilihan.
Menurut Ahmad Doli, DPP Partai Golkar mulai mengidentifikasi anggota legislatif yang akan kembali maju, kader yang berpotensi naik dari DPRK ke DPRA, maupun dari DPRA ke DPR RI. “Target angka pastinya nanti baru ditentukan menjelang pemilu. Sekarang kami sedang melakukan pemetaan,” ujarnya di Banda Aceh.
Doli menambahkan, kunci utama menambah kursi pada 2029 adalah mempertahankan kursi yang sudah diraih saat ini. “Kalau kita ingin menambah kursi pada Pemilu 2029, tentu yang pertama harus dipertahankan adalah kursi yang sudah ada,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.
Selain pemetaan, Bimtek ini menyiapkan anggota legislatif menghadapi perubahan pola komunikasi politik. Doli menyebut perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menuntut wakil rakyat mampu membangun citra di ruang publik.
“Anggota DPR sekarang harus siap beradaptasi dengan perkembangan itu sehingga masyarakat semakin mengenal dan mengetahui apa yang mereka kerjakan sebagai wakil rakyat,” ujar Doli.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Muhammad Salim Fakhry menambahkan, peserta juga mendapat materi tata kelola keuangan daerah dan strategi komunikasi publik. “Bimtek ini bertujuan agar apa yang dilakukan teman-teman fraksi memiliki arah yang jelas, terukur, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Salim.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh yang akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Sejumlah narasumber dihadirkan, termasuk perwakilan BPK Aceh dan praktisi komunikasi.
Meski belum menetapkan angka pasti, Doli memastikan target partai adalah penambahan kursi di setiap daerah pemilihan dan di semua tingkatan legislatif. “Yang jelas, sementara ini kami ingin ada penambahan kursi di setiap daerah pemilihan dan di semua tingkatan, baik DPR RI, DPRA, maupun DPR kabupaten/kota,” pungkasnya.