Pemegang Saham Terbesar Kedua, DPRK Aceh Utara Desak Bank Aceh Syariah Segera Pindah Kantor ke Lhoksukon

Penulis: Ragil  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 15:02:32 WIB
Fakhrurrazi mendesak Bank Aceh Syariah segera pindah kantor cabang ke Lhoksukon.

LHOKSUKON — Fakhrurrazi menilai tidak ada lagi alasan bagi Bank Aceh Syariah untuk menunda relokasi kantor cabang ke Lhoksukon. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyerahkan aset lahan dan bangunan di kawasan terminal lama Lhoksukon untuk digunakan sebagai kantor operasional.

“Terkait fasilitas, aset lahan dan bangunan sudah kami serahkan seutuhnya kepada pihak Bank Aceh. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda,” kata Fakhrurrazi kepada BITHE.co, Sabtu (4/7/2026).

Dividen Rp284 Miliar dari Penyertaan Modal

Berdasarkan data hingga 2024, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyetorkan modal sebesar Rp111,04 miliar ke Bank Aceh Syariah. Dari penyertaan tersebut, daerah telah menerima akumulasi dividen sebesar Rp284,17 miliar yang masuk ke kas daerah.

Meski memiliki porsi saham yang besar dan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah, operasional utama Bank Aceh Syariah untuk wilayah Aceh Utara hingga saat ini masih berpusat di Kota Lhokseumawe. Kondisi ini dinilai tidak ideal oleh DPRK setempat.

Gedung Sementara Bisa Segera Dipakai

Fakhrurrazi berharap Bank Aceh tidak perlu menunggu pembangunan gedung baru untuk memulai pelayanan di Lhoksukon. Bangunan yang telah diserahkan pemerintah daerah, menurutnya, sudah layak difungsikan sebagai kantor sementara.

“Kami sangat berharap agar pemindahan operasional ini dapat segera dilakukan tahun ini,” ujar anggota DPRK Aceh Utara tersebut.

Kemudahan KUR untuk Pemulihan Pascabencana

Selain soal relokasi, Fakhrurrazi juga menyoroti pelayanan perbankan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Ia meminta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan modal usaha lainnya dipermudah, terutama bagi masyarakat yang tengah memulihkan ekonomi pascabencana.

“KUR atau kredit modal usaha harus dipermudah bagi masyarakat yang ingin merintis usaha, tidak boleh dimonopoli, dan jangan dipersulit. Kemudahan ini sangat dibutuhkan supaya roda ekonomi masyarakat kecil dapat berjalan maksimal,” pungkasnya.

Saat ini, jaringan layanan Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe didukung oleh 10 Kantor Cabang Pembantu, dua kantor payment point, 31 mesin ATM, lima ATM-CRM (tarik setor tunai), serta satu layanan ATM drive thru.

Reporter: Ragil
Sumber: habanusantara.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top