Kementerian PU Genjot Penanganan Permanen 53 Lokasi Jalan dan Jembatan di Aceh, Target Rampung 2026

Penulis: Yasir  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 20:08:01 WIB
Kementerian PU genjot penanganan permanen 53 lokasi jalan dan jembatan di Aceh hingga 2026.

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh terus berlanjut dengan penanganan permanen pada 53 titik di tiga koridor utama. Pekerjaan yang mencakup 15 ruas jalan dan lima jembatan di Lintas Barat dan Timur, serta 16 lokasi di Lintas Tengah ini, ditargetkan rampung secara bertahap hingga pertengahan 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan seluruh jalan nasional di Aceh sudah kembali fungsional 100 persen. Fokus kini beralih pada percepatan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan yang masih bersifat temporer.

“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pekerjaan di Lintas Timur Mencakup 17 Titik

Di koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan pada 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Beberapa ruas yang menjadi prioritas antara lain Beureunuen hingga perbatasan Pidie Jaya, Meureudu, Kota Bireuen, hingga ruas Peureulak menuju Kota Langsa.

Empat jembatan yang masuk dalam program ini adalah Jembatan Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Pante Lhong, dan Ulee Langa. Keempatnya berada di jalur utama yang menghubungkan Aceh Timur dengan Aceh Utara.

Lintas Barat Fokus pada Jembatan Krueng Beutong

Sementara di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada tiga lokasi. Dua di antaranya merupakan ruas jalan Genting Gerbang–Celala hingga perbatasan Aceh Tengah/Nagan Raya, serta ruas dari perbatasan tersebut menuju Lhokseumot dan Jeuram.

Satu jembatan yang ditangani di koridor ini adalah Jembatan Krueng Beutong. Jalur ini menjadi andalan warga di pesisir barat Aceh untuk mobilitas ekonomi dan distribusi logistik.

Progres Jembatan Lawe Mengkudu I Capai 83,72 Persen

Di Lintas Tengah Aceh, penanganan mencakup 16 lokasi yang tersebar di Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Pekerjaan tidak hanya memperbaiki badan jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup penguatan lereng dan tebing sungai untuk meminimalkan risiko bencana susulan.

Salah satu proyek yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah Jembatan Lawe Mengkudu I. Hingga 28 Juni 2026, progresnya mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.

“Penanganan permanen dilakukan dengan membongkar jembatan lama yang terdampak bencana dan menggantinya dengan jembatan baru yang lebih aman, serta mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” kata Menteri Dody.

Koordinasi dengan Pemda untuk Percepatan

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Langkah ini diambil agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi.

Pemulihan infrastruktur ini menjadi krusial mengingat Aceh kerap dilanda bencana hidrometeorologi yang merusak akses jalan dan jembatan. Dengan adanya penanganan permanen, diharapkan konektivitas antarwilayah dapat pulih sepenuhnya dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.

Reporter: Yasir
Sumber: topbusiness.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top