BP3MI Aceh Pastikan PMI Asal Aceh Tamiang Korban Pembunuhan di Malaysia Berangkat Nonprosedural, Jenazah Dijadwalkan Pulang Rabu

Penulis: Ragil  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 13:11:01 WIB
BP3MI Aceh pastikan Putri Hensy Aprilda bekerja di Malaysia tanpa prosedur resmi.

BANDA ACEH — BP3MI Provinsi Aceh mengungkap fakta baru terkait kematian Putri Hensy Aprilda (22), perempuan asal Gampong Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, yang diduga menjadi korban pembunuhan di Sepang, Selangor, Malaysia, awal Juni 2026. Hasil penelusuran menunjukkan korban bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi.

Data Korban Tidak Terdaftar di Sistem Proteksi PMI

Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah menyatakan pihaknya telah memeriksa data almarhumah melalui Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Hasilnya, nama Putri Hensy Aprilda tidak ditemukan dalam basis data pekerja migran Indonesia.

"Almarhumah dipastikan kerja di Malaysia lewat jalur tidak resmi atau nonprosedural," kata Siti Rolijah saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa (23/6/2026).

Keluarga Mengira Korban Bekerja di Aceh

BP3MI Aceh melalui tim P4MI Aceh Tamiang bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat telah mendatangi rumah keluarga korban. Dari keterangan yang dihimpun, pihak keluarga mengaku hampir dua tahun tidak bertemu dan tidak berkomunikasi dengan almarhumah.

"Selama ini diketahui keluarga bahwa almarhumah bekerja di Langsa (Aceh)," ujar Siti Rolijah.

Dua Fakta Seputar Kasus PMI Aceh Tamiang

  • Korban dan anaknya meninggal: Putri Hensy Aprilda bersama anaknya yang masih bayi dilaporkan meninggal dunia pada awal Juni 2026 di Sepang, Selangor, Malaysia. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan.
  • Kekerasan fisik oleh agen: Berdasarkan informasi yang diterima BP3MI, kematian almarhumah akibat mengalami tindakan kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh agen di Malaysia. Penyebab pasti masih didalami kepolisian Malaysia.

Proses Hukum Ditangani Polisi Malaysia dan KBRI

Siti Rolijah menegaskan kasus ini kini ditangani oleh Kepolisian Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur. Pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi dari perwakilan RI untuk memastikan detail peristiwa.

"Saat ini kasusnya ditangani oleh Kepolisian Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur," katanya.

Pemulangan Jenazah Dibantu WNI dan Komunitas Aceh

BP3MI Aceh menyebutkan proses pemulangan jenazah korban ke tanah air telah difasilitasi oleh perwakilan RI dan komunitas warga Aceh di Malaysia. Jenazah dijadwalkan tiba di Aceh pada Rabu (24/6/2026).

"Penyiapan pemulangan jenazah ke tanah air dibantu oleh perwakilan RI dan komunitas warga Aceh di Malaysia. Insyaallah dijadwalkan Rabu, 24 Juni 2026," ujar Siti Rolijah.

Reporter: Ragil
Sumber: m.jpnn.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top