BANDA ACEH — Peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan BMKG untuk wilayah Aceh. Masyarakat diimbau tidak lengah terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa datang tiba-tiba pada sore atau malam hari, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.
Pada hari Jumat ini, hujan lebat diprakirakan melanda 20 daerah. Daftarnya mencakup Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil. Wilayah lain yang masuk daftar adalah Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Kota Subulussalam, Simeulue, serta Kabupaten Nagan Raya.
Memasuki hari Sabtu (20/6), intensitas hujan diprediksi masih tinggi di 19 daerah. Sebagian besar wilayah yang sama masih berpotensi diguyur hujan, kecuali beberapa titik yang mulai berkurang. Sementara itu, pada Minggu (21/6), tujuh daerah masih harus waspada, yaitu Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues.
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang. Fenomena ini diprakirakan terjadi pada periode 19-20 Juni di empat daerah: Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Kota Sabang. Masyarakat di pesisir dan daerah terbuka diminta lebih berhati-hati.
Angga Dirta menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di Samudra Hindia barat Sumatera. Ditambah dengan adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh, kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat.
"Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan, sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer," ujar Angga. Kombinasi faktor ini berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di Aceh.
BMKG mengingatkan agar warga mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang turun secara tiba-tiba, terutama pada sore atau malam hari. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan intens pada siang hari.
"Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor," kata Angga Dirta.