BANDA ACEH — Peristiwa maut di Terminal Lueng Bata mendorong DPRK Banda Aceh angkat bicara. Seorang warga tewas setelah diduga menyentuh kabel listrik terbuka yang menjuntai di dekat tiang baliho. Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, langsung meminta PLN bertanggung jawab.
Tuanku Muhammad menegaskan, keberadaan kabel telanjang yang bisa diakses masyarakat atau bersentuhan dengan fasilitas publik seperti tiang baliho dan papan reklame memiliki potensi membahayakan. “Kondisi ini merupakan persoalan serius yang harus segera dievaluasi dan diperbaiki,” ujarnya.
Ia mendesak PLN bersama instansi terkait melakukan investigasi menyeluruh. Tujuannya, mengetahui penyebab pasti kematian korban dan memastikan tidak ada kelalaian yang mengancam keselamatan warga. “Hasil investigasi harus disampaikan secara transparan kepada publik,” tegas Tuanku.
Selain investigasi, politisi yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik ini meminta audit terhadap seluruh jaringan listrik di kawasan publik. Pemeriksaan perlu difokuskan pada lokasi-lokasi berdekatan dengan baliho, reklame, fasilitas umum, pasar, dan sekolah.
“Ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Jangan menunggu jatuh korban berikutnya. Seluruh jaringan yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diperbaiki dan diamankan,” kata Tuanku Muhammad.
Tuanku Muhammad menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa korban. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan. “Ke depan, kami ingin ada komitmen yang lebih kuat dari semua pihak agar keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
DPRK Banda Aceh berjanji akan mendorong koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan langkah konkret peningkatan aspek keselamatan kelistrikan di Kota Banda Aceh.