KAI Dinilai Jadi Tolok Ukur Transportasi Publik Modern, dari Disiplin Penumpang hingga Fasilitas Musala

Penulis: Yasir  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:11:01 WIB
KAI menjadi tolok ukur layanan transportasi publik modern dengan disiplin penumpang yang tinggi.

ACEH — Konsistensi KAI dalam menghadirkan layanan aman, nyaman, dan tepat waktu dinilai telah menciptakan standar baru di sektor transportasi publik. Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai capaian ini membuat perusahaan pelat merah tersebut layak menjadi rujukan, tidak hanya bagi operator transportasi lain, tetapi juga berbagai industri di Indonesia.

"Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi," ujar Djoko dalam sebuah podcast Marketeers TV.

Disiplin Penumpang dan Fasilitas Ibadah Jadi Pembeda

Djoko membandingkan kondisi ini dengan sejumlah negara maju. Ia mencontohkan, di kota besar seperti Paris, praktik penumpang menerobos gate untuk menghindari pembayaran tiket masih kerap ditemukan. Sebaliknya, fenomena serupa relatif jarang terjadi di Indonesia.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa budaya disiplin yang tumbuh di masyarakat menjadi fondasi penting keberhasilan KAI, selain aspek teknologi. Djoko juga menyoroti keunggulan lain yang jarang ditemukan di luar negeri: penyediaan fasilitas musala bersih di berbagai stasiun.

"Fasilitas seperti ini tidak banyak ditemukan di negara lain. Bahkan, stasiun perkotaan yang dilengkapi fasilitas musala dengan standar layanan yang baik kemungkinan hanya dapat ditemukan di Indonesia," terangnya. Ia menambahkan, langkah ini membuktikan KAI tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.

Inovasi Digital dan Dampak bagi Perempuan

Transformasi layanan KAI juga tercermin dari digitalisasi yang masif. Melalui aplikasi Access by KAI, perseroan menghadirkan fitur Female Seat Map. Layanan ini memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk yang bersebelahan dengan sesama perempuan, dengan integrasi data NIK yang mendeteksi gender secara otomatis.

Inovasi tersebut dinilai memberikan ruang perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi penumpang perempuan. Djoko menilai, langkah-langkah ini membuat layanan KAI semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Lebih jauh, Djoko melihat pengelolaan transportasi publik di Jakarta, termasuk KAI, kini telah menjadi benchmark bagi pemerintah daerah dan operator di berbagai wilayah. Menurutnya, praktik baik di ibu kota sudah cukup mumpuni sehingga tidak selalu perlu mencari referensi ke luar negeri.

"Dalam konteks tersebut, layanan KAI menjadi salah satu bukti nyata bahwa kualitas layanan yang dibangun secara konsisten dapat berkembang dari sekadar sarana transportasi menjadi sumber inspirasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Yasir
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top