Kementerian PU Kirim Material Sekolah Rakyat Subulussalam Lewat Laut dan Udara, Progres Pembangunan Capai 60 Persen

Penulis: Saiful  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 20:45:31 WIB
Material konstruksi sekolah rakyat Subulussalam dikirim melalui jalur laut dan udara untuk mengatasi kendala logistik.

SUBULUSSALAM — Kementerian PU mengakui lokasi Kota Subulussalam yang berada di barat daya Aceh dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara menjadi kendala utama dalam pengiriman material. Jalur darat menuju lokasi proyek dinilai cukup berat untuk mengangkut material konstruksi dalam jumlah besar.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebutkan, pihaknya menerapkan strategi distribusi ganda untuk mengejar ketertinggalan pasokan. “Kita harus mengakui bahwa lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah. Bahkan perjalanan darat menuju lokasi saja cukup berat, apalagi untuk mengangkut material konstruksi dalam jumlah besar,” kata Dody dalam keterangan resmi, Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan laporan pelaksanaan per 13 Juni 2026, ketersediaan material di lokasi proyek telah mencapai sekitar 62 persen. Sisa material masih dalam proses pengiriman menuju Subulussalam.

Mengganti Baja dengan Beton Demi Percepatan

Selain mempercepat distribusi, Kementerian PU juga mengevaluasi metode konstruksi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan penggunaan struktur beton pada beberapa bagian bangunan.

Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap material baja yang proses pengirimannya lebih kompleks. “Kita sedang mencari metode kerja yang lebih efektif. Beberapa titik yang semula direncanakan menggunakan baja akan kita evaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan,” ujar Dody.

Ia menegaskan, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. “Kalau melihat kondisi di lapangan, progresnya sudah sekitar 60 persen. Kita akan terus mencari cara terbaik, tercepat, dan paling efektif untuk menyelesaikan dan yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata dia.

Fasilitas Lengkap di Lahan 6,8 Hektare

Sekolah Rakyat Aceh 2 dibangun di atas lahan 6,8 hektare dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp 453,3 miliar.

Kawasan pendidikan terpadu itu akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan mini soccer, lapangan basket dan voli, serta fasilitas pendukung lainnya.

Dengan progres yang sudah mencapai lebih dari separuh, pemerintah optimistis pembangunan dapat rampung sesuai target dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat Subulussalam dan sekitarnya.

Reporter: Saiful
Sumber: kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top