MEULABOH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh Barat meluas. BPBD setempat mencatat total area yang terbakar mencapai 23,6 hektare yang tersebar di dua kecamatan.
Api dilaporkan melahap lahan di Kecamatan Samatiga dan Kecamatan Arongan Lambalek. Petugas masih berupaya memadamkan titik-titik api yang belum sepenuhnya padam.
Data BPBD Aceh Barat menunjukkan luasan terdampak terbesar berada di Kecamatan Samatiga. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan semak belukar dan area perkebunan warga yang sudah kering akibat musim kemarau.
Di Kecamatan Arongan Lambalek, api juga merambat ke lahan kosong milik masyarakat. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pendinginan di titik-titik yang berpotensi menyala kembali.
Berdasarkan laporan sementara di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Angin kencang dan cuaca panas mempercepat perambatan api ke area yang lebih luas.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan, terutama di musim kemarau. Pelaku pembakaran lahan bisa dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Proses pemadaman terkendala medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Petugas harus berjalan kaki membawa peralatan pemadam ke lokasi kebakaran.
Selain itu, embusan angin yang kencang membuat api cepat berpindah ke area lain. Tim gabungan memfokuskan upaya pada pembuatan sekat bakar untuk menghentikan laju api.
BPBD Aceh Barat masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian material dan luasan lahan yang terbakar secara pasti. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat titik api baru di sekitar permukiman.