ACEH — Lionel Scaloni telah mengonfirmasi Lionel Messi masuk dalam skuad final Argentina untuk Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil setelah sang megabintang pulih dari cedera yang sempat menghantuinya bersama Inter Miami.
Sejak turnamen pertama digelar pada 1930, hanya delapan negara yang pernah mengangkat trofi. Brasil, pada 1962, menjadi negara terakhir yang memenangi Piala Dunia dua kali berturut-turut. Sebelumnya, Italia asuhan Vittorio Pozzo juga melakukannya pada 1934 dan 1938.
Argentina nyaris mengulang sukses serupa di Piala Dunia 1990. Namun, langkah Diego Maradona dan kawan-kawan terhenti di final setelah dikalahkan Jerman Barat. Kini, generasi emas Albiceleste punya kesempatan mengakhiri puasa rekor tersebut.
Statistik menunjukkan betapa sulitnya mempertahankan gelar. Dalam empat dari enam edisi Piala Dunia abad ke-21, juara bertahan gagal lolos dari babak grup. Brasil (1998) kalah di final dari Prancis, sementara Prancis (2022) gagal mempertahankan gelar setelah takluk dari Argentina di laga puncak.
Prancis menjadi satu-satunya juara bertahan yang berhasil mencapai final di era modern. Kylian Mbappe tampil luar biasa, tapi tetap gagal membawa Les Bleus juara dua kali beruntun.
Meski Argentina menunjukkan evolusi tanpa Messi selama 12 bulan terakhir, Scaloni tak akan menepikan pemain berusia 38 tahun itu. Visi bermain sang maestro masih menjadi roh permainan tim.
Dari 26 pemain yang dibawa ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 17 di antaranya adalah anggota skuad juara Piala Dunia 2022. Kombinasi pengalaman dan chemistry antarpemain menjadi modal utama Scaloni meracik taktik.
Messi akan memainkan peran utama bagi juara bertahan. Publik sepak bola dunia menanti apakah Argentina mampu meruntuhkan tradisi sulit yang telah bertahan lebih dari setengah abad.
Memori kelam 1990 dan kegagalan Brasil-Prancis menjadi pelajaran berharga. Konsistensi performa sepanjang turnamen menjadi kunci utama Albiceleste mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026.