Paramount+ Gunakan AI untuk Thumbnail Star Trek II, Hasilnya Dikritik Penggemar

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 00:02:31 WIB
Thumbnail Star Trek II di Paramount+ menuai kritik karena penggunaan AI generatif yang dinilai tidak akurat.

ACEH — Platform streaming Paramount+ kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena konten barunya, melainkan karena thumbnail Star Trek II: The Wrath of Khan yang dianggap "jelek" oleh para penggemar. Laporan dari Kotaku, yang dikonfirmasi oleh banyak warganet, menyebutkan bahwa gambar sampul tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan generative AI.

Kapten Kirk Berjas, Adegan yang Tak Pernah Ada

Masalah utama terletak pada visualisasi Kapten Kirk yang aneh. Dalam thumbnail, Kirk digambarkan mengenakan setelan jas dan dasi—pakaian yang tidak pernah ia kenakan selama era William Shatner memerankan karakter tersebut. Satu-satunya pengecualian adalah saat ia memakai kemeja flanel dan celana jeans saat mengunjungi Bumi tahun 1930-an.

Seniman Ryan Estrada berspekulasi bahwa Paramount+ ingin menyorot adegan pemindaian retina Kirk dari film aslinya. Namun, karena gambar asli hanya berupa close-up wajah, AI generatif digunakan untuk "menempelkan" kepala Kirk ke tubuh palsu yang mengenakan jas. Hasilnya, rambut Kirk juga terlihat aneh dan tidak natural karena bingkai asli terpotong di dahinya.

Mengapa Ini Jadi Kontroversi?

Bagi penggemar setia Star Trek, penggunaan AI untuk membuat thumbnail dianggap sebagai bentuk kemalasan kuratorial. "Saya sudah menonton setiap episode Star Trek dari belasan seri, dan saya bahkan tidak yakin setelan jas ada di masa depan yang jauh itu—kecuali di Holodeck," tulis seorang penggemar di media sosial. "Tidak ada uang di sana, jadi tidak ada kebutuhan untuk bisnis."

Langkah ini juga dinilai kontras dengan pernyataan pemilik Paramount, David Ellison, yang baru-baru ini mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya "menggunakan teknologi untuk mentransformasi setiap aspek bisnis ini." Jika thumbnail itu adalah pertanda, para penggemar Trek mungkin harus mulai menimbun Blu-Ray.

Apa Dampaknya bagi Penggemar Star Trek?

Kritik ini muncul di tengah situasi yang sudah tidak nyaman bagi fandom Star Trek. Paramount+ dikabarkan telah mengakhiri sementara waralaba tersebut setelah membatalkan seri Starfleet Academy yang sebelumnya dipuji dan menghentikan produksi Strange New Worlds. Bagi penggemar lama, penggunaan AI yang asal-asalan untuk konten ikonik seperti Wrath of Khan terasa seperti tamparan terakhir.

Apakah AI Selalu Buruk untuk Konten?

Tidak selalu. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa AI generatif seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti kurasi manusia. Kesalahan seperti kostum yang tidak sesuai lore atau proporsi wajah yang aneh bisa dihindari jika ada editor yang memahami materi sumber. "Long live AI slop Kirk," sindir Estrada di media sosial, merujuk pada hasil akhir yang berantakan.

Hingga berita ini diturunkan, thumbnail kontroversial tersebut masih dapat dilihat di platform Paramount+. Belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan mengenai rencana untuk menggantinya.

Reporter: Sutomo
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top