MEULABOH — Bupati Aceh Barat Tarmizi mengumumkan rencana program tabungan kurban bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Aceh Barat. Kebijakan ini akan disosialisasikan resmi usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Program ini menyasar sekitar 6.000 ASN yang akan dikelompokkan per tujuh orang untuk membeli satu ekor sapi. Dengan asumsi harga sapi Rp15 juta per ekor, setiap ASN harus menyetor Rp2.150.000 per kelompok—angka yang dibulatkan dari hasil bagi Rp15 juta dibagi tujuh orang.
Pemkab Aceh Barat merancang masa menabung selama 11 bulan. Setiap ASN akan dipotong gajinya sebesar Rp200 ribu per bulan, mulai Juni atau Juli 2026.
“Kalau menunggu kurban menjelang Lebaran Idul Adha maka akan berat, karena uang yang dikeluarkan jumlahnya sangat besar. Namun dengan skema cicilan Rp200 ribu per bulan, nantinya tidak akan terasa beratnya,” kata Tarmizi di Meulaboh, Kamis.
Bupati menambahkan bahwa iuran tersebut langsung dipotong dari gaji ASN setiap bulan, sehingga peserta tidak perlu menyetor tunai secara mandiri.
Tarmizi menjelaskan bahwa program ini bersifat ibadah sekaligus memberi contoh kepada masyarakat. Ia berharap skema menabung sejak jauh-jauh hari bisa meringankan beban finansial ASN saat Idul Adha tiba.
“Nantinya rencana tabungan kurban ASN ini akan saya sampaikan resmi saat acara halal bi halal bersama ASN setelah libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha,” ujar Tarmizi.
Dengan skema ini, Pemkab Aceh Barat menargetkan seluruh ASN bisa berkurban tanpa harus mengeluarkan uang besar secara mendadak. Program ini juga diharapkan menjadi model bagi instansi lain di Aceh.