BANDA ACEH — Aktivitas gempa bumi di Aceh dalam sepekan terakhir menunjukkan lonjakan yang patut diwaspadai. BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat 51 kejadian gempa, dengan frekuensi tertinggi terjadi pada Kamis (27/5) yang mencapai 26 kali getaran. Wilayah Gayo Lues dan sekitarnya menjadi episenter dominan dari rangkaian gempa tersebut.
Dari total 51 gempa, dua di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Gempa pertama terjadi pada 22 Mei 2026 pukul 13.28 WIB dengan magnitudo 4,5. Pusat gempa berada di 23 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues pada kedalaman 4 kilometer. Guncangan dirasakan di Sentang, Blangkejeren, dengan skala III MMI dan di Kota Langsa dengan skala II MMI.
Gempa kedua terjadi pada 27 Mei 2026 pukul 02.49 WIB berkekuatan magnitudo 4,4. Episenter berada di 20 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues dengan kedalaman 4 kilometer. Getaran dirasakan di Kabupaten Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang dengan skala III MMI, serta di Kota Langsa dan Aceh Tengah dengan skala II MMI.
BMKG mencatat seluruh gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Kondisi ini mengindikasikan aktivitas sesar aktif di wilayah Aceh masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan guncangan yang dirasakan masyarakat.
Dari segi kekuatan, sebanyak 41 gempa memiliki magnitudo di bawah 3, sementara 10 gempa lainnya berkekuatan antara magnitudo 3 hingga 5. Tidak ada gempa berkekuatan di atas magnitudo 5 selama periode pemantauan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Data lengkap aktivitas gempa ini dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, @stageof.acehbesar.bmkg. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini melalui kanal resmi tersebut.