ACEH — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara sekaligus: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Suporter yang berniat menyaksikan pertandingan di lebih dari satu lokasi otomatis harus melewati perbatasan internasional — dan itu artinya, data roaming jadi isu krusial.
Pengalaman pahit roaming mahal sudah jadi cerita klasik pelancong. Kabar baiknya, AT&T, T-Mobile, dan Verizon sadar betul akan kebutuhan ini dan sudah menyiapkan paket khusus. Tapi, tidak semua paket diciptakan sama.
AT&T meluncurkan paket eSIM jangka pendek yang bisa dibeli sesuai kebutuhan. Opsi paling murah adalah paket satu hari seharga USD 4 (sekitar Rp 64 ribu) — tapi hanya berlaku di AS dan tanpa suara atau SMS. Untuk cakupan Kanada dan Meksiko, pengguna harus memilih paket 7, 15, atau 30 hari dengan harga lebih tinggi.
Semua paket ini menawarkan data tak terbatas plus 5GB hotspot, namun tidak termasuk panggilan suara. Komunikasi harus lewat aplikasi seperti WhatsApp. Pelanggan eksisting AT&T bisa memakai "International Day Pass" seharga USD 12 (Rp 192 ribu) per hari — cukup mahal untuk perjalanan panjang.
T-Mobile menawarkan US Pass eSIM dengan 50GB data 5G di AS dan 5GB di Kanada-Meksiko. Setelah kuota habis, kecepatan diturunkan ke 3G — yang artinya sangat lambat. Kelebihan paket ini: panggilan dan SMS tak terbatas di seluruh Amerika Utara.
Pelanggan setia T-Mobile dengan paket pascabayar tertentu mendapat jatah data roaming 5GB hingga 30GB, tergantung jenis paket. Setelah itu, kecepatan ditekan ke 256kbps atau bahkan 128kbps — cukup untuk teks, tapi tidak untuk video. Pengguna paket lama dikenakan tarif USD 0,01 per megabyte data, atau sekitar Rp 160 per MB.
Verizon ditunjuk sebagai Sponsor Layanan Telekomunikasi resmi Piala Dunia 2026 dan bahkan sempat memberikan tiket gratis kepada pelanggannya. Namun, hingga berita ini diturunkan, rincian paket data khusus turnamen dari Verizon belum diumumkan secara gamblang. Suporter yang sudah menjadi pelanggan Verizon disarankan mengecek akun masing-masing untuk opsi roaming yang tersedia.
Bagi warga Indonesia yang tidak memiliki nomor AS, opsi paling realistis adalah membeli eSIM internasional dari penyedia seperti Airalo atau Holafly, yang umumnya menawarkan paket regional Amerika Utara dengan harga lebih kompetitif. Alternatif lain: membeli SIM lokal di masing-masing negara — tapi ini merepotkan jika jadwal padat berpindah lokasi.
Pelajaran penting: jangan pernah mengaktifkan data roaming tanpa paket khusus. Satu menit streaming video di luar paket bisa berarti tagihan jutaan rupiah. Lebih baik unduh peta offline dan aplikasi pesan instan sebelum berangkat.
Ya, paket eSIM dari AT&T dan T-Mobile bisa dibeli secara online sebelum keberangkatan, asalkan ponsel mendukung eSIM. Namun, untuk menikmati tarif pelanggan eksisting, Anda harus sudah menjadi pelanggan operator tersebut — yang tidak umum bagi warga Indonesia.
Paket 30 hari AT&T untuk cakupan AS, Kanada, dan Meksiko diperkirakan di atas USD 50 (Rp 800 ribu) tergantung pajak. Paket T-Mobile 30 hari dengan kuota besar juga berada di kisaran yang sama. Jauh lebih murah dibanding membayar roaming harian Rp 192 ribu selama 30 hari.
Kecepatan akan diturunkan drastis — ke 3G atau bahkan 128kbps. Pada kecepatan ini, aplikasi navigasi dan media sosial masih bisa berfungsi, tapi streaming video dan panggilan video praktis tidak mungkin. Solusinya: beli paket tambahan atau andalkan Wi-Fi publik di stadion dan hotel.