BKKBN Aceh Wisuda 209 Peserta Sekolah Lansia di Nagan Raya

Penulis: Ragil  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 19:44:01 WIB
Wisuda 209 peserta sekolah lansia BKKBN Aceh di Nagan Raya menandai keberhasilan pendidikan non-formal.

NAGAN RAYA — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Aceh menyelenggarakan wisuda bagi 209 peserta sekolah lansia di Kabupaten Nagan Raya pada Selasa. Ratusan peserta tersebut kini menyandang gelar sarjana strata satu (S-1) dan strata dua (S-2) untuk kategori pendidikan non-formal tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, menyatakan bahwa keberhasilan para lansia menyelesaikan studi ini merupakan capaian luar biasa. Program ini membuktikan bahwa proses belajar tidak mengenal batasan usia.

"Keberhasilan para lansia menyelesaikan pendidikan ini menjadi inspirasi besar bagi generasi muda bahwa untuk menjadi hebat, tidak ada kata terlambat," ujar Safrina Salim di Nagan Raya.

Sebaran Wisudawan dari Lima Kecamatan di Nagan Raya

Para wisudawan yang lulus berasal dari lima kecamatan berbeda dengan rincian partisipasi yang bervariasi. Kecamatan Seunagan Timur menyumbang peserta terbanyak dengan 65 orang, disusul Kecamatan Seunagan sebanyak 60 orang.

Selanjutnya, terdapat 33 wisudawan dari Kecamatan Tripa Makmur, 26 orang dari Kecamatan Beutong, dan 25 orang dari Kecamatan Tadu Raya. Seluruh peserta telah menempuh masa pendidikan selama 10 bulan pada tahun 2025 lalu.

Pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para lansia. Selain itu, program ini dirancang agar mereka terhindar dari rasa kesepian serta mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri di lingkungan keluarga.

Kurikulum Tujuh Dimensi untuk Mewujudkan Lansia SMART

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMGP4) Nagan Raya, Said Mudhar, menjelaskan bahwa sekolah ini menggunakan kurikulum terstruktur. Fokus utamanya adalah mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).

Materi pembelajaran mencakup tujuh dimensi lansia tangguh, yakni dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, kemasyarakatan, vokasional, serta lingkungan. Pendekatan ini bertujuan agar masa tua tidak dianggap sebagai beban.

"Masa tua bukanlah beban, melainkan aset berharga bagi keluarga dan gampong (desa)," kata Said Mudhar.

Peran Lulusan sebagai Pilar Kearifan di Masyarakat

Pemerintah daerah berharap para wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah didapat. Sebagai sosok yang lebih senior, mereka diharapkan menjadi pilar kearifan yang memberikan nasihat bijak bagi lingkungan sekitar.

Safrina Salim menekankan pentingnya peran lansia dalam membagikan pengalaman kepada generasi di bawahnya. Dengan bekal pendidikan non-formal ini, para lansia diharapkan tetap berdaya dan terus berkontribusi bagi pembangunan karakter di tingkat gampong.

Program sekolah lansia di Aceh terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak peserta. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di wilayah lain seperti Aceh Besar dengan fokus keterampilan tambahan berupa anyaman.

Reporter: Ragil
Back to top