ACEH SINGKIL — Seluruh sekolah di 11 kecamatan terpantau melaksanakan upacara dengan khidmat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, Syam’un, turun langsung bertindak sebagai inspektur upacara di UPTD SMP Negeri 1 Gunung Meriah.
Disdikbud juga mengerahkan jajaran pejabat mulai dari kepala bidang, kepala seksi, hingga pengawas sekolah ke berbagai satuan pendidikan. Kehadiran mereka bertujuan memastikan pelaksanaan upacara berjalan lancar sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang dibacakan para inspektur, ditekankan pentingnya transformasi pendidikan. Fokus utama terletak pada penguatan karakter generasi muda guna menghadapi tantangan masa depan.
Syam’un menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Baginya, momentum ini harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan pendidikan di Aceh Singkil untuk meningkatkan mutu, pola pikir, serta menjaga visi misi pendidikan tetap pada jalurnya.
“Hardiknas bukan hanya agenda seremonial semata, ini adalah momentum untuk lebih mendekatkan diri antara dinas, sekolah dan guru dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan penguatan pola pikir, mental yang tangguh, serta menjaga visi misi pendidikan agar tetap lurus,” ujar Syam’un.
Ia berharap lingkungan sekolah bertransformasi menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Sekolah ditargetkan menjadi tempat belajar yang aman, bersih, dan menyenangkan bagi seluruh siswa di Kabupaten Aceh Singkil.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, menyatakan bahwa peringatan Hardiknas 2026 merupakan pengingat pentingnya investasi di bidang sumber daya manusia. Ia mengajak orang tua dan seluruh pemangku kepentingan bersinergi mendukung kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.
“Pendidikan adalah kunci masa depan daerah, kita ingin memastikan anak-anak Aceh Singkil mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” tegas Safriadi.
Pelaksanaan upacara secara tersebar di masing-masing sekolah ini dinilai memberikan nuansa inklusif. Semangat Hardiknas kini dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah di pelosok wilayah, memperkuat posisi pendidikan sebagai pilar utama pembangunan Aceh Singkil.