Saidul Qausar dan Mud Maina Terpilih Jadi Agam Inong Aceh Utara 2026

Penulis: Muhammd Nizar  •  Senin, 04 Mei 2026 | 15:07:02 WIB

ACEH UTARA — Saidul Qausar dan Mud Maina resmi mengemban amanah sebagai duta wisata setelah dinobatkan sebagai Agam dan Inong Aceh Utara 2026. Malam penobatan yang berlangsung meriah tersebut digelar di Aula Kantor Bupati Aceh Utara pada Minggu (3/5/2026) malam.

Keduanya sukses menyisihkan sejumlah finalis unggulan lainnya melalui proses seleksi yang menitikberatkan pada aspek intelektualitas. Sebagai pemenang, Saidul dan Mud Maina akan menjadi ikon utama dalam mempromosikan kekayaan budaya serta potensi pariwisata Kabupaten Aceh Utara di kancah yang lebih luas.

Ajang tahunan ini mengusung tema "Pulih Lebih Cepat, Tumbuh Lebih Kuat". Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menegaskan bahwa pemilihan duta wisata ini bukan sekadar kontes kecantikan fisik, melainkan pencarian sosok representatif daerah.

Kriteria 3B Jadi Penentu Kemenangan Agam Inong

Perwakilan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh Utara, Umar Ali, S.Sos., MAP, menekankan pentingnya kriteria 3B, yaitu Brain, Beauty, dan Behavior. Panitia mencari pemuda yang memiliki kecerdasan berpikir, penampilan menarik, namun tetap menjaga keluhuran budi pekerti.

"Kita mencari duta yang cerdas otaknya, baik akhlaknya, dan tulus cintanya pada Aceh Utara. Ini adalah ikhtiar melahirkan generasi muda yang paham bahwa wajah terbaik daerah terpancar dari pikiran dan perilaku," ujar Umar Ali saat membacakan sambutan Bupati Aceh Utara.

Umar menambahkan, kekayaan Aceh Utara yang meliputi wisata pantai, situs sejarah, kuliner, hingga kerajinan tangan memerlukan "juru bicara" yang handal. Duta terpilih diharapkan mampu menjangkau publik luar secara efektif melalui berbagai platform komunikasi modern.

Promosi Wisata yang Berpijak pada Syariat Islam

Meski dituntut untuk tampil modern dan komunikatif, Pemkab Aceh Utara memberikan catatan khusus terkait identitas daerah. Setiap langkah promosi yang dilakukan oleh Agam dan Inong wajib berpijak pada nilai-nilai syariat Islam dan adat istiadat Aceh yang kental.

"Mahkota yang disematkan adalah amanah untuk mengabdi, bukan simbol kesombongan. Promosikan daerah dengan tetap rendah hati," pesan Umar Ali kepada para finalis di atas panggung.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Sekdis Disporarekraf Aceh Utara, Nurlela, SE, menyatakan bahwa ajang ini merupakan wadah pembinaan integritas. Para finalis dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Bumi Pase.

"Kalian adalah agen perubahan dan penerus estafet kepemimpinan daerah. Kami berharap para finalis mampu menjadi garda terdepan promosi ekonomi kreatif Aceh Utara, baik di tingkat nasional maupun internasional," tegas Nurlela.

Target Peningkatan Kunjungan Wisatawan 2026

Kehadiran Agam dan Inong 2026 diharapkan memberikan energi baru bagi sektor pariwisata daerah. Dengan terpilihnya pasangan ini, Aceh Utara siap menyongsong tahun kunjungan wisata dengan strategi promosi yang lebih segar dan terukur.

Malam penobatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga para finalis. Acara berlangsung khidmat hingga prosesi penyematan selempang kemenangan dilakukan di penghujung acara.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membina para duta wisata ini agar memiliki wawasan luas mengenai isu-isu global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Langkah ini diambil guna memastikan Aceh Utara tetap kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Aceh.

Reporter: Muhammd Nizar
Back to top