Bencana Beruntun di Aceh: Ratusan Tewas, Huntara Dikebut Jelang Ramadan

Korban bencana di Sumatra mencapai 1.180 jiwa menurut data BNPB.
Penulis: Redaksi
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:50:05 WIB

BANDA ACEH – Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 543 jiwa, tertinggi dibanding provinsi lain.

Hingga pertengahan Januari 2026, sejumlah wilayah di Aceh masih berstatus Tanggap Darurat karena potensi longsor susulan dinilai tinggi akibat kondisi tanah labil dan curah hujan ekstrem. BNPB menegaskan status tersebut dipertahankan demi keselamatan masyarakat.

Sebagai langkah percepatan pemulihan, BNPB menginstruksikan pembangunan 1.606 unit Hunian Sementara (Huntara) di Aceh dan Tapanuli Selatan agar dapat dihuni sebelum Ramadan 2026. Di Aceh Tamiang, tujuh blok Huntara modular dilaporkan telah mencapai progres sekitar 75 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar telah kembali berlangsung, namun ratusan sekolah di Aceh Utara masih terdampak lumpur. Akibatnya, sebagian guru dan siswa terpaksa menjalankan proses pembelajaran di tenda darurat.

Untuk menopang kapasitas fiskal daerah, pemerintah pusat juga mengembalikan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp1,7 triliun guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

Tantangan tambahan muncul di Kabupaten Bener Meriah setelah status Gunung Bur Ni Telong dinaikkan ke Level III (Siaga). Kondisi ini mendorong pengungsian tambahan sekitar 2.500 warga sebagai langkah antisipasi risiko erupsi.

Reporter: Redaksi