MEULABOH — Sebanyak 390-an karung beras bantuan bencana banjir bandang tahun 2025 yang disimpan di Gudang Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat menjalani proses sortir ketat. Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Mulyadi mengakui bahwa sebagian kecil dari stok tersebut sudah mulai membusuk dan berkutu akibat faktor alamiah selama penyimpanan.
"Secara prinsip, 390-an karung beras yang ada di gudang saat ini masih layak konsumsi, hanya beberapa karung saja yang membusuk dan berkutu karena berbagai faktor," kata Mulyadi kepada ANTARA di Meulaboh, Kamis.
Beras Rusak Dialihkan untuk Pakan Ayam
Mulyadi menjelaskan bahwa beras yang sudah tidak layak konsumsi tersebut telah dipisahkan dan diberikan sebagai makanan unggas ayam. Langkah ini dilakukan agar bantuan pangan yang tersisa tidak terbuang sia-sia.
Menurutnya, kerusakan pada beberapa karung beras merupakan hal yang wajar mengingat beras tersebut sudah tersimpan di Aceh Barat selama enam hingga tujuh bulan. "Faktor alamiah yang dipengaruhi oleh tingkat kadar air saat pengemasan serta masa penyimpanan yang sudah cukup lama menjadi penyebab utama," ujarnya.
Stok Siaga untuk Cuaca Ekstrem
Kendati ada temuan beras rusak, Mulyadi menegaskan bahwa mayoritas stok bantuan di gudang masih sangat layak dikonsumsi. Pihaknya tetap menyiagakan persediaan ini untuk mengantisipasi kebutuhan darurat akibat cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah setempat.
Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat melakukan pemilahan secara selektif sebelum beras didistribusikan ke masyarakat. Hal ini untuk memastikan bahwa bantuan yang diterima warga benar-benar dalam kondisi baik.
"Kami tetap menyiagakan stok ini untuk mengantisipasi kebutuhan akibat cuaca ekstrem yang sedang terjadi," pungkas Mulyadi.
Fakta Singkat Beras Bantuan di Aceh Barat
- Total stok: 390-an karung beras bantuan banjir bandang 2025
- Lama penyimpanan: 6-7 bulan di Kabupaten Aceh Barat
- Kondisi: mayoritas layak konsumsi, sebagian kecil rusak dan berkutu
- Tindakan: beras rusak dialihkan jadi pakan ayam, sisanya disiagakan untuk cuaca ekstrem