ACEH — Sebanyak 89 dari 100 bayi dan balita di Desa Noemeto, Kecamatan Kota SoE, Timor Tengah Selatan, hadir di Posyandu Oenupsai. Sertu Agus Takesan dari Koramil 1621-01/Kota SoE mendampingi kegiatan itu, memastikan lima ibu hamil dan satu calon pengantin juga terpantau kesehatannya.
Posyandu Oenupsai membuka pelayanan sejak pukul 08.00 WITA. Lima kader Posyandu, lima petugas Puskesmas, dan dua petugas desa bergotong royong melayani warga yang datang.
Dari 100 sasaran bayi dan balita yang terdata, 11 di antaranya tidak hadir. Babinsa bersama kader mendata nama-nama yang belum datang untuk ditindaklanjuti lewat kunjungan rumah.
Posyandu ini tidak hanya melayani penimbangan berat badan dan imunisasi balita. Ada kelompok lain yang juga masuk daftar sasaran.
Kehadiran calon pengantin di Posyandu menunjukkan layanan ini mulai menyentuh tahap sebelum kehamilan. Pemeriksaan kesehatan pranikah membantu calon ibu mempersiapkan kehamilan yang lebih aman.
Sertu Agus Takesan datang bukan untuk memantau situasi wilayah semata. Ia turut mendampingi kader saat melayani warga, terutama ibu hamil dan balita yang butuh perhatian ekstra.
Pendekatan seperti ini membuat warga lebih terbuka. Ibu-ibu yang biasanya enggan datang ke Posyandu jadi merasa ada yang mengingatkan dan menemani.
Bagi Babinsa, kesehatan ibu dan anak adalah bagian dari membangun wilayah. Generasi yang sehat dimulai dari pemantauan tumbuh kembang yang rutin sejak dini.
Bayi dan balita perlu ditimbang setiap bulan untuk mendeteksi masalah gizi sedini mungkin. Berat badan yang tidak naik dua bulan berturut-turut bisa jadi tanda bahaya yang perlu segera ditangani.
Ibu hamil juga perlu memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, dan lingkar perut secara berkala. Pemeriksaan ini membantu mencegah komplikasi seperti anemia dan preeklamsia.
Sayangnya, masih ada 11 balita yang tidak hadir di Posyandu Oenupsai. Kader dan Babinsa akan menyambangi rumah mereka untuk mengetahui kendalanya—apakah karena sakit, jarak jauh, atau alasan lain.
Posyandu adalah layanan pertama, bukan satu-satunya. Ada kondisi yang tidak bisa ditangani di tingkat desa.
Segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat jika muncul tanda-tanda tersebut. Jangan menunggu jadwal Posyandu berikutnya.
Kehadiran Babinsa di Posyandu Oenupsai menunjukkan bahwa kesehatan warga adalah urusan bersama. Ibu-ibu di Desa Noemeto kini punya alasan lebih kuat untuk rutin datang—ada kader, petugas kesehatan, dan aparat yang siap membantu.