Bupati Tarmizi Buka HUT ke-438 Kota Meulaboh, Hiburan Musik Diganti Pertunjukan Seni Budaya Lokal

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:46:01 WIB
Bupati Aceh Barat Tarmizi memimpin pembukaan HUT ke-438 Kota Meulaboh di lahan bekas BRI depan Lapangan Teuku Umar.

MEULABOH — Pembukaan rangkaian HUT ke-438 Kota Meulaboh dihadiri perwakilan pemerintah provinsi, bupati dan wali kota se-Aceh, anggota DPRA, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perusahaan swasta, BUMN, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, hingga ribuan warga. Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi Wakil Bupati Said Fadheil memimpin langsung acara yang dipusatkan di lahan bekas BRI, depan Lapangan Teuku Umar.

Ulama dan Ormas Islam Jadi Dasar Peniadaan Hiburan Musik

Perayaan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah meniadakan penampilan band dan menggantinya dengan pertunjukan seni budaya lokal.

Menurut Tarmizi, kebijakan itu diambil berdasarkan saran para ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam di Aceh Barat.

"Pada kali ini kami fokus pada talenta lokal dan menampilkan seni budaya, seperti Tari Ratoh Jaroe, Tari Tarek Pukat, Seudati, Rapai Saman, Rapai Tuha, serta penampilan debus," kata Tarmizi.

20 Bulan Memimpin: Tekanan Fiskal hingga Bencana Alam

Tarmizi menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi selama 20 bulan memimpin Aceh Barat bersama Said Fadheil. Mulai dari ketidakpastian situasi global, tekanan fiskal yang membuat anggaran daerah terbatas, hingga bencana alam.

"Periode ini kita dihadapkan pada tantangan yang luar biasa, mulai dari situasi global yang tidak menentu, tekanan fiskal yang membuat daerah kesulitan anggaran, hingga bencana alam. Namun, semua itu tidak membuat kami frustrasi, tetapi kami jadikan sebagai motivasi," ujarnya.

Pemerintah daerah menerapkan strategi kolaborasi pentahelix dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, dan media.

"Dengan strategi kolaborasi pentahelix, kita bisa memetakan siapa melakukan apa, mempelajari akar permasalahan, dan menemukan solusinya," jelas Tarmizi.

Kartu Aceh Barat Sehat Bantu 1.734 Pasien Rujukan

Di sektor kesehatan, Pemkab Aceh Barat membenahi RSUD Cut Nyak Dhien mulai dari manajemen rumah sakit, peningkatan kualitas pelayanan, pembenahan fasilitas, hingga kenyamanan pasien.

Pemerintah daerah juga menjalankan program Kartu Aceh Barat Sehat (KABS). Pasien yang dirujuk dari RSUD CND ke luar daerah, khususnya Banda Aceh, mendapat bantuan dana Rp1 juta.

Bantuan diberikan langsung kepada pasien tanpa persyaratan rumit dan birokrasi berbelit.

"Ini adalah program prioritas kami saat kampanye dahulu. Program ini sempat dikatakan tidak mungkin terwujud dan diragukan, tetapi sejak kami dilantik pada awal Maret 2025 hingga September 2026, program ini telah membantu 1.734 pasien," ungkap Tarmizi.

Guru Dayah Akan Mengajar Fardu Ain di SD dan SMP Mulai 2027

Pada sektor pendidikan, Pemkab Aceh Barat membenahi manajemen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk memberantas praktik pungutan liar (pungli).

Mulai 2027, guru-guru dayah direncanakan mengajar di seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Aceh Barat dengan fokus pembelajaran fardu ain.

Program itu bertujuan agar siswa memahami dasar-dasar hukum agama. Tarmizi menyoroti kekhawatiran terhadap anak-anak yang tidak mengikuti pendidikan agama di dayah maupun Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).

Setiap guru bersama murid diwajibkan mengaji selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Para guru juga diminta menanamkan nilai-nilai adab kepada siswa sebagai bagian pembentukan karakter generasi muda.

Tarmizi berharap pembenahan sektor kesehatan dan pendidikan serta penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat menjaga laju pembangunan Aceh Barat meski di tengah keterbatasan anggaran.

Reporter: Sutomo
Sumber: mediasatunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top