BANDA ACEH — Taufik menegaskan nomor WhatsApp dengan nomor 0813-3295-244 dan foto profil yang mengatasnamakan dirinya bukan miliknya. Ia meminta masyarakat tidak melayani panggilan maupun pesan dari nomor tersebut.
Peringatan itu disampaikan langsung melalui pesan klarifikasi. Menurut Taufik, nomor palsu tersebut berpotensi digunakan untuk menghubungi sejumlah pihak dengan berbagai modus.
Taufik memastikan nomor yang beredar tidak terdaftar atas namanya. Ia meminta siapa pun yang menerima kontak dari nomor itu untuk tidak menanggapi.
"Bila ada yang menelpon dengan menggunakan nomor ini dan profil ini serta mengaku atas nama saya Taufik, harap jangan dilayani karena ini bukan nomor saya," ujar Taufik dalam klarifikasinya.
Ia juga meminta informasi tersebut diteruskan ke rekan, kerabat, dan pihak lain. Langkah itu agar tidak ada yang menjadi korban penyalahgunaan identitas.
Taufik mengimbau masyarakat tidak menanggapi permintaan apa pun dari nomor tersebut. Terutama jika berkaitan dengan permintaan uang, transfer dana, maupun informasi pribadi yang mengatasnamakan dirinya.
Modus mencatut nama dan foto pejabat pemerintah bukan hal baru. Pelaku biasanya memanfaatkan kewenangan yang melekat pada jabatan untuk meyakinkan calon korban.
Masyarakat diharapkan melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi. Langkah ini berlaku apabila menerima pesan atau panggilan mencurigakan yang mengaku berasal dari Plt Sekda Aceh.
Klarifikasi disampaikan sebagai langkah antisipasi. Tujuannya agar masyarakat dan berbagai pihak lebih berhati-hati terhadap potensi penipuan yang memanfaatkan nama serta foto pejabat pemerintah.
Warga yang menerima kontak mencurigakan dapat memastikan kebenarannya lewat kanal resmi Pemerintah Aceh. Jangan pernah mengirim uang atau data pribadi sebelum identitas pengirim dipastikan.