KSMI Aceh Ajukan Diri Jadi Anggota KONI, Targetkan Kepengurusan di 14 Kabupaten/Kota

Penulis: Yasir  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:46:30 WIB
Pengurus KSMI Aceh bertemu Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh di Kantor KONI Aceh, Banda Aceh.

BANDA ACEH — Pengurus KSMI Aceh diterima Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma, di Kantor KONI Aceh. Pertemuan membahas keberadaan organisasi sekaligus persiapan pemenuhan syarat keanggotaan di KONI Aceh. KSMI telah tercatat sebagai anggota resmi KONI Pusat setelah diterima dalam Rakernas KONI 2025.

Rayuan Sukma menyampaikan sambutan positif atas terbentuknya kepengurusan KSMI di tingkat provinsi. Menurutnya, minat masyarakat terhadap sepakbola mini terus meningkat sehingga prospek pembinaannya dinilai besar.

"Kami menyambut baik terbentuknya Pengurus KSMI Provinsi Aceh," kata Rayuan Sukma.

Kepengurusan di 14 Kabupaten/Kota Jadi Syarat Utama

KONI Aceh menetapkan kepengurusan sekurang-kurangnya di 14 kabupaten/kota sebagai salah satu persyaratan keanggotaan. Syarat lain adalah aktivitas pembinaan dan kompetisi yang berjalan berkelanjutan, termasuk kejuaraan daerah.

"Untuk menjadi anggota KONI Aceh tentu ada persyaratan organisasi yang harus dipenuhi, di antaranya kepengurusan minimal di 14 kabupaten/kota dan kegiatan olahraga seperti kejuaraan daerah," jelas Rayuan Sukma.

KSMI Aceh menargetkan sedikitnya 14 Pengcab/Pengkot terbentuk di Aceh. Struktur itu diharapkan menjadi fondasi pembinaan dan kompetisi yang lebih merata, bukan sekadar memenuhi administrasi organisasi.

Liga Santri Disiapkan, Pemenang Wakili Aceh di Tingkat Nasional

Ketua KSMI Aceh Muktaruddin Usman menyebut audiensi penting untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan sistem pembinaan olahraga di Aceh. Pihaknya akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota usai pertemuan tersebut.

"Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja yang harus kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh. Setelah ini kami akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota," ujar Muktaruddin.

Sebagai bagian dari agenda pembinaan, KSMI Aceh menyiapkan Liga Santri di Banda Aceh yang melibatkan klub sepakbola mini dari dayah dan pesantren. Pemenangnya akan dipersiapkan mewakili Aceh pada kompetisi tingkat nasional.

"Kami juga akan melaksanakan Liga Santri yang melibatkan klub sepakbola dari dayah dan pesantren di Aceh. Pemenangnya nanti akan mewakili Aceh di tingkat nasional," kata Muktaruddin.

Jaringan Nasional hingga Internasional Jadi Modal KSMI Aceh

Di tingkat internasional, KSMI telah bergabung dalam International Minifootball Federation (IMF) yang menaungi perkembangan minifootball dunia. Muktaruddin menilai jaringan itu membuka jalur pengembangan dari daerah, nasional, hingga internasional.

"Secara nasional KSMI sudah menjadi anggota resmi KONI Pusat. Di tingkat internasional kita juga tergabung dalam International Minifootball Federation. Ini menunjukkan bahwa sepakbola mini memiliki jaringan pengembangan dari daerah, nasional hingga internasional," katanya.

KSMI Aceh berharap sepakbola mini berkembang terstruktur dan merata hingga ke seluruh kabupaten/kota. Organisasi itu juga menargetkan lahirnya bibit atlet unggul yang dapat mengharumkan nama Aceh.

"Kami tidak ingin KSMI Aceh hanya hadir sebagai nama atau struktur organisasi. Kami ingin membangun pembinaan yang nyata, kompetisi berkelanjutan dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda Aceh. Dengan dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI secara nasional dan internasional, kami optimistis sepakbola mini Aceh dapat tumbuh lebih kuat dan membawa nama Aceh ke panggung nasional bahkan internasional," pungkas Muktaruddin.

Reporter: Yasir
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top