Mountain Grass Unit Rilis Album Appalachian Smoke, Soroti Era Baru Bluegrass

Penulis: Ragil  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:45:31 WIB
Mountain Grass Unit merilis album Appalachian Smoke yang direkam di Sputnik Sound, Nashville.

ACEH — Mountain Grass Unit merilis album baru bertajuk Appalachian Smoke setelah proses rekaman di Sputnik Sound, Nashville, bersama engineer Vance Powell. Kuartet asal Alabama ini mencuri perhatian di festival Telluride dan Under the Big Sky, bahkan sempat mengiringi penampilan Shania Twain. Album ini disebut-sebut sebagai representasi paling jujur dari suara panggung mereka saat ini.

Mountain Grass Unit bukan nama baru di sirkuit festival bluegrass Amerika. Selama dua musim panas terakhir, kuartet ini tampil di berbagai panggung, dari pertemuan bluegrass tradisional hingga pesta jam-band di pelosok. Jadwal mereka padat, dan reputasi mereka sebagai ansambel muda berbakat semakin kuat.

Siapa Personel Mountain Grass Unit

Band ini terdiri dari Drury Anderson (mandolin, vokal), Luke Black (gitar), Sam Wilson (bass), dan Josiah Nelson (fiddle). Usia mereka masih muda: Anderson 22 tahun, Black dan Wilson 23 tahun, sementara Nelson yang tertua berusia 29 tahun. Rekan-rekannya menjuluki Nelson "Gramps".

Anderson dan Black sudah mengenal satu sama lain sejak kecil di Birmingham, Alabama. Orang tua mereka berteman, dan keduanya belajar musik bersama. Mereka kemudian membentuk duo akustik Andblack sebelum akhirnya bertemu Wilson dan Nelson.

Proses Rekaman Appalachian Smoke

Pada Februari lalu, Mountain Grass Unit merekam Appalachian Smoke di Sputnik Sound, Nashville. Di belakang meja mixing duduk Vance Powell, engineer senior yang pernah menangani proyek Chris Stapleton, Jack White, dan Phish. Suasana studio sempat diwarnai perdebatan soal penggunaan sitar elektrik di lagu "Eagle's Nest".

Anderson dan Black berdiskusi panjang sebelum akhirnya memutuskan bahwa sitar elektrik memang pas untuk lagu tersebut. Keputusan itu mencerminkan keberanian band ini mengambil risiko sonik, terinspirasi dari Billy Strings dan Grateful Dead.

"Bands that we grew up listening to, they always tried to go to different levels," kata Anderson kepada Rolling Stone.

Tema Homecoming dan Kembali ke Alam

Menurut Anderson, tema Appalachian Smoke adalah tentang pulang kampung dan kerinduan kembali ke alam. Liriknya menggambarkan panggilan gunung yang sulit ditolak.

"When she opens up the sky she speaks through trees/A distant siren wails, begging to me," begitu petikan lirik di lagu utama. "Appalachian smoke, pulling me in/When the mountains call I start to fall in the lake of sin."

Black menambahkan bahwa album ini terasa segar bagi mereka. "It feels fresh, like a new era for us. We've had time to sit together and write these new songs and bounce all these ideas we've had building up for a while," ujarnya.

Posisi di Peta Bluegrass Modern

Secara sonik, Mountain Grass Unit berada di garis tipis antara bluegrass tradisional dan progresif. Jalur ini pernah dilalui New Grass Revival dan diperluas Leftover Salmon. Untuk harmoni vokal, mereka condong ke gaya Country Gentlemen dan Nitty Gritty Dirt Band.

Anderson mengakui pengaruh Billy Strings, tapi ia menegaskan bandnya tidak ingin menjadi tiruan. "We love [Billy] dearly, but I think he'd be the first to tell you, 'Don't replicate me, do your own thing.' And I think we try our best to not give people the impression that we're just trying to be a Billy Strings rip-off, you know?" katanya.

Jadwal Festival dan Penampilan Terbaru

Mountain Grass Unit menjadi salah satu penampil paling dicari di sirkuit festival nasional. Mereka tampil di Telluride dan Under the Big Sky, dua ajang yang mengangkat nama mereka di kalangan penggemar Americana dan bluegrass.

Selain itu, mereka sempat menjadi band pengiring untuk penampilan Shania Twain. Pengalaman itu menambah bobot portofolio mereka sebagai musisi muda yang mampu beradaptasi dengan berbagai gaya.

Dengan Appalachian Smoke, Mountain Grass Unit berharap bisa memperkenalkan suara mereka ke audiens yang lebih luas, tanpa kehilangan akar bluegrass yang membesarkan mereka.

Reporter: Ragil
Sumber: rollingstone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top