LHOKSEUMAWE — Seleksi Parlemen Remaja DPR RI 2026 mempertemukan 200 pelajar dari seluruh Indonesia, dan satu kursi di antaranya jatuh ke Aceh. Abyan mengikuti rangkaian seleksi berupa penilaian Curriculum Vitae (CV), esai dan video kampanye, psikotes, serta wawancara sebelum dinyatakan lolos. Seluruh kegiatan utama program berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Keikutsertaan Abyan menjadi jalur bagi santri untuk membawa nilai dan pengalaman pendidikan pesantren ke forum nasional. Ia menilai kesempatan itu sekaligus menguji kemampuan santri bersaing di level yang lebih luas.
Salah satu pengalaman yang diikuti Abyan adalah menyaksikan langsung Rapat Paripurna DPR RI pada 29 September 2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan. Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani.
Rapat itu dihadiri 291 anggota DPR, dengan salah satu agenda pembicaraan tingkat II dan pengambilan keputusan atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027.
"Saya sangat bersyukur dapat melihat secara langsung kegiatan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta," kata Abyan.
Selain menyaksikan persidangan, peserta mengikuti simulasi berbagai kegiatan parlemen. Simulasi mencakup kunjungan kerja, rapat kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), dan rapat paripurna.
Kegiatan pendukung berupa city tour di Jakarta turut dijalani peserta. Menurut Abyan, simulasi tersebut memberi pengalaman memahami proses pembahasan persoalan, penyampaian pandangan, hingga pengambilan keputusan.
"Pentingnya simulasi yang diajarkan dapat membantu seluruh peserta dalam menentukan arah kebijakan sebuah forum," tuturnya.
Abyan menyebut keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan di Pesantren Modern Misbahul Ulum. Kegiatan di pesantren seperti public speaking dan latihan berpikir kritis dinilainya membantu menghadapi tahapan seleksi.
"Meski peserta lebih dari 10.000, hari ini santri telah membuktikan mampu bersaing di kancah nasional," ungkapnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada majelis guru dan orang tua yang mendukung prosesnya hingga terpilih sebagai peserta Parlemen Remaja 2026. Selama enam hari mengikuti program, Abyan mengaku mengenal lebih dekat proses demokrasi dan kerja lembaga legislatif.
Pengalaman itu diharapkannya menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus mengembangkan kemampuan dan berprestasi. "Saya berharap seluruh santri di Indonesia, khususnya di Pesantren Modern Misbahul Ulum, agar terus berprestasi di kancah nasional dan internasional. Santri harus berperan dan mampu bersaing dengan syiar kebaikan di mana saja," pungkasnya.