Wagub Banda Aceh Minta 90 Keuchik Deteksi Dini Narkoba di Gampong, 57 Tersangka Tercatat Sepanjang 2026

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 29 September 2026 | 10:46:01 WIB
Wagub Banda Aceh meminta 90 keuchik memperkuat deteksi dini narkoba di gampong.

BANDA ACEH — Afdhal menilai keuchik punya posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga dan mengetahui kondisi sosial di wilayah masing-masing. Ia mengajak aparatur gampong, aparat keamanan, dan seluruh unsur terkait memperkuat sinergi agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

"Tidak mungkin kami mampu menyelesaikan permasalahan sendiri tanpa bantuan bapak dan ibu sekalian," ujar Afdhal di hadapan para keuchik se-Kota Banda Aceh.

Narkoba Jadi Perhatian Utama di Ibu Kota Provinsi

Sebagai ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh disebut Afdhal memiliki posisi strategis sehingga kondisi keamanan kota perlu dijaga bersama. Ia menekankan deteksi dini dan respons cepat, terutama terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu masyarakat.

Salah satu yang disorot adalah peredaran narkoba. Berdasarkan informasi dari Polresta Banda Aceh yang disampaikan Afdhal, hingga Mei 2026 tercatat 38 kasus narkoba dengan 57 tersangka di wilayah Kota Banda Aceh. Data yang sama mencatat penanganan 38 kasus dengan 57 tersangka pada periode Januari-Mei 2026.

"Penting bagi kita mencari solusi bersama. Kita perlu memperkuat sinergi antara seluruh unsur yang ada di setiap gampong," katanya.

Laporan dari Gampong Dinilai Percepat Penanganan

Afdhal meminta para keuchik tidak ragu menyampaikan atau melaporkan persoalan yang muncul di wilayahnya. Informasi dari tingkat gampong dinilai dapat membantu pemerintah dan aparat terkait mengambil langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.

Meski begitu, ia mengingatkan penyelesaian persoalan masyarakat tetap harus mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif, dan pembinaan.

"Pemerintah kota akan terus turun ke lapangan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari sana kita bisa melihat masalahnya bersama-sama dan mencari solusi yang terbaik," ujarnya.

Deklarasi Diminta Tidak Berhenti Seremonial

Afdhal berharap deklarasi komitmen para keuchik tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta menangani persoalan di tengah masyarakat.

"Tanpa bantuan para keuchik dan seluruh perangkat gampong yang ada, kami tidak yakin berbagai permasalahan di Kota Banda Aceh dapat kami selesaikan dengan baik," ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabinda Aceh, Dandim 0101/Kota Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, serta para keuchik se-Kota Banda Aceh.

Afdhal mengajak pemerintah, aparat keamanan, aparatur gampong, dan masyarakat menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama agar Banda Aceh tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

Reporter: Sutomo
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top