Banjir Aceh Tenggara Rendam 13 Desa di 7 Kecamatan, 203 Jiwa Terdampak dan Jembatan Penghubung Hanyut

Penulis: Sutomo  •  Senin, 28 September 2026 | 05:47:31 WIB
Banjir merendam 13 desa di 7 kecamatan Aceh Tenggara dengan 203 jiwa terdampak.

ACEH TENGGARA — Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (26/9) malam membuat debit air Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga naik signifikan hingga meluap ke permukiman warga. Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menyebut luapan kedua sungai itu merendam desa-desa di tujuh kecamatan sekaligus.

Wilayah terdampak tersebar mulai dari Kecamatan Lawe Sumur, Bukit Tusam, Bambel, Ketambe, Babussalam, Darul Hasanah, hingga Lawe Bulan. Data sementara BPBA mencatat 52 kepala keluarga atau 203 jiwa terkena dampak banjir.

"Musibah banjir ini berdampak terhadap 52 kepala keluarga (KK) atau 203 jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi," kata Bahron Bakti dalam laporannya, dikutip dari Antara, Minggu (27/9).

Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Kisam Gabungan Paling Parah

Dua desa di Kecamatan Lawe Sumur menjadi titik paling terdampak. Tanggul Sungai Lawe Kisam jebol sehingga air meluap ke permukiman Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Pancar Iman di Kecamatan Bambel.

Sektor pertanian ikut kena. Sekitar 40 hektare lahan pertanian warga di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya rusak, sementara 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan terdampak.

Selain merendam rumah, banjir menggerus sejumlah titik jalan. Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, tertimbun longsor hingga tiang listrik PLN tumbang.

Jembatan Natam-Simpang IV Tanjung dan Mbarung Hanyut

Infrastruktur penghubung antarwilayah mengalami kerusakan berat. Jalan darurat penghubung dan jembatan Natam-Simpang IV Tanjung serta jembatan Mbarung yang menghubungkan menuju Kecamatan Lawe Alas hanyut tergerus sungai.

Oprit jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung juga abrasi akibat gerusan arus Sungai Lawe Bulan sepanjang kurang lebih 50 meter.

Bahron menambahkan sebagian badan jalan pada jembatan rangka baja Biakmuli yang berstatus jembatan nasional terlihat mulai amblas. Kondisi ini berpotensi memutus akses warga jika tidak segera ditangani.

Ekskavator Dikerahkan Tutup Tanggul dan Normalisasi Sungai

BPBD Aceh Tenggara mengerahkan anggota tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi untuk mendata kerusakan dan kebutuhan warga. Satu unit alat berat ekskavator dikerahkan untuk menutup tanggul dan menormalisasi aliran Sungai Lawe Kisam.

Petugas TRC juga melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang yang menutup jalan nasional Kutacane-Blangkejeren di Tanjakan Gurah Ketambe.

"Petugas TRC BPBD juga terus melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang menutup jalan nasional Kutacane-Blangkejeren (Tanjakan Gurah Ketambe)," ujar Bahron.

Warga di desa-desa terdampak diminta waspada terhadap potensi luapan susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: Sutomo
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top