Kane Parsons Tolak Label Horor untuk Backrooms yang Tembus $400 Juta

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 26 September 2026 | 20:47:01 WIB
Sutradara Kane Parsons berbicara dalam panel Zurich Summit mengenai pandangannya terhadap genre film Backrooms.

ACEH — Sutradara Kane Parsons menegaskan film Backrooms yang meraup 400 juta dolar AS bukan proyek horor, meski dipasarkan sebagai film bergenre itu. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam panel Zurich Summit bersama sejumlah eksekutif industri film Amerika. Pernyataan ini muncul saat Backrooms diakui berperan dalam kebangkitan box office musim panas 2026.

Kane Parsons mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap label horor yang melekat pada Backrooms. Film yang diadaptasi dari seri web-nya itu telah meraup 400 juta dolar AS dan disebut sebagai salah satu pendorong kebangkitan box office Amerika Serikat musim panas ini. Parsons berbicara dalam panel Zurich Summit bersama CEO Academy of Motion Picture Arts and Sciences Bill Kramer, Presiden & Chief Content Officer Mattel Studios Robbie Brenner, dan co-head Sony Pictures Classics Michael Barker.

Pandangan Parsons soal Genre Backrooms

Parsons menegaskan bahwa pendekatan penyutradaraannya tidak mengikuti pakem film horor. Ia menyebut label horor lebih sebagai strategi pemasaran yang dianggap paling mudah diterima pasar.

"I didn't direct like a horror film. I don't view it as a horror project. I think that's just naturally been the path of least resistance from a marketing perspective and it's what seems comfortable to people as a framing device," ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa A24, studio yang memproduksi dan mendistribusikan film tersebut, kemungkinan tidak akan menyukai pernyataannya. Meski begitu, Parsons berharap bisa menghindari framing semacam itu pada proyek-proyek mendatang.

Kendali Kreatif dan Proyek Selanjutnya

Parsons menyatakan kini memiliki kendali kreatif yang lebih besar untuk proyek-proyek berikutnya. Menurutnya, struktur yang membatasi visinya akan lebih jarang muncul ke depannya.

"I'm going to try to stay as oblivious to those labels as possible... I think I have more creative control now with future projects so those sorts of structures will probably be a little less forceful in the future," katanya.

Backrooms sendiri berawal dari seri web buatan Parsons yang terinspirasi konten creepypasta di internet. A24 kemudian mengadaptasi seri tersebut menjadi film layar lebar.

Peran Backrooms dalam Kebangkitan Box Office

Bill Kramer menyebut Backrooms sebagai contoh nyata bagaimana fandom dapat berpindah dari YouTube ke bioskop. Ia menilai fenomena ini sebagai salah satu pelajaran penting dari musim panas tahun ini.

"Backrooms was an amazing example... and speaks to one of the things that's happening with our industry.... your fandom travelled from YouTube to the theaters," kata Kramer.

Kramer menambahkan bahwa anak muda ingin kembali ke bioskop dan fandom bisa terbentuk dari platform digital. Hal ini memberinya harapan besar bagi industri film ke depannya.

Selain Backrooms, film Obsession yang juga lahir dari ruang YouTube turut disebut berperan dalam kebangkitan box office senilai 4,7 miliar dolar AS tersebut.

Pernyataan Parsons menambah diskursus soal batas genre dalam industri film modern, terutama ketika karya yang lahir dari internet masuk ke pasar arus utama.

Reporter: Yasir
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top