4 Resor Indonesia Masuk Daftar Hotel Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Condé Nast Traveller

Penulis: Ragil  •  Jumat, 25 September 2026 | 18:18:31 WIB
Empat resor Indonesia masuk daftar hotel pantai terbaik Asia Tenggara versi Condé Nast Traveller.

ACEH — Condé Nast Traveller menempatkan empat resor Indonesia dalam daftar hotel pantai terbaik Asia Tenggara pilihan editor. Keempatnya tersebar dari Kepulauan Anambas, Bintan, Sumba, hingga Mentawai, dengan karakter berbeda mulai dari vila atas air sampai resor khusus peselancar. Penilaian mencakup desain, lokasi, pelayanan, dan komitmen keberlanjutan.

Penyusunan daftar dilakukan jurnalis yang pernah menginap langsung di tiap properti. Penilaian menyentuh empat aspek sekaligus: desain bangunan, pemilihan lokasi, kualitas pelayanan, dan komitmen pengelola terhadap keberlanjutan lingkungan. Daftar diperbarui mengikuti kemunculan hotel baru serta perkembangan properti yang sudah ada.

Empat resor Indonesia yang lolos seleksi mewakili empat pengalaman berbeda. Ada yang mengandalkan keterpencilan pulau, ada yang menyasar pasangan bulan madu, dan dua lainnya justru dikenal sebagai destinasi selancar kelas dunia.

Bawah Reserve, Kepulauan Anambas: Vila di Atas Air

Bawah Reserve menempati pulau terbesar dari enam pulau dalam satu gugusan kecil di Kepulauan Anambas. Suasananya terpencil, dengan lanskap hutan dan perairan yang masih alami. Resor ini menyediakan 36 unit yang terdiri dari suite, vila, dan lodge.

Pilihan menginapnya mencakup vila di atas air, vila menghadap pantai, hingga kamar di tengah hutan. Kejernihan laut jadi nilai jual utama. Kehidupan bawah laut di sekitar pulau bisa terlihat tanpa perlu memakai masker.

Tamu dapat menyusuri jalur di kawasan hutan primer, mencoba spa yang menyatu dengan alam, atau bersantap di sejumlah restoran dan bar. Dari Batam, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 80 menit penerbangan.

Cempedak Private Island, Bintan: untuk Bulan Madu

Cempedak Private Island mengusung konsep pulau pribadi seluas 42 acre. Vila-vilanya dibangun dari bambu dengan atap alang-alang, lalu ditempatkan di antara hutan dan tepian South China Sea. Arsitektur melengkungnya dilengkapi tempat tidur bergaya four-poster dan kolam berbentuk tetesan air.

Kawasan pulau menjadi habitat sejumlah satwa, termasuk biawak dan rangkong. Statusnya sebagai resor khusus dewasa membuat suasana lebih tenang dan privat. Jalur kayu yang ditinggikan menghubungkan area resor, termasuk restoran yang menyajikan hidangan Indonesia dengan pendekatan minim limbah.

Pengalaman di Cempedak mencakup pijat Bali, olahraga air, tur ekologi, dan program wellness. Resor ini juga menawarkan kegiatan khusus seperti akhir pekan bertema misteri. Sebelumnya, Cempedak masuk Gold List Condé Nast Traveller untuk hotel terbaik dunia 2026.

Nihi Sumba, Nusa Tenggara Timur: Pilihan Peselancar

Nihi Sumba berada di Pulau Sumba, destinasi yang masih punya bentang alam luas dan jauh dari kepadatan wisata seperti Bali. Dari bandara, perjalanan menuju resor memakan waktu sekitar 1,5 jam melewati desa pedesaan dan jalan pegunungan.

Resor ini menempati garis pantai liar sepanjang 2,5 kilometer. Ombak selancar dan aktivitas berkuda di tepi pantai menjadi pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Vila-vilanya memakai material alami dengan atap tinggi yang terinspirasi arsitektur tradisional Sumba.

Sejumlah vila memiliki taman dan kolam renang pribadi menghadap lanskap pesisir. Dua restoran tersedia dengan suasana berbeda. Program equestrian healing jadi andalan, mulai dari berkuda menyusuri pantai saat matahari terbit hingga pijat yang dilakukan dengan kehadiran kuda di sekitar tamu.

Aloita Resort, Kepulauan Mentawai: Selancar dengan Suasana Komunal

Aloita Resort berada di Pulau Aloita, salah satu pulau kecil di Kepulauan Mentawai, lepas pantai Sumatra. Letaknya terpencil, dan selama bertahun-tahun kawasan ini lebih banyak didatangi wisatawan yang memang mencari pengalaman berselancar.

Resor yang dikelola keluarga tersebut kini menyambut wisatawan dengan minat lebih beragam. Tamu bisa menikmati berbagai olahraga air, bersantai di kabana menghadap laut, atau berjalan menyusuri pantai sepanjang 2 kilometer.

Pilihan lain termasuk bermain pingpong dan duduk di kursi gantung bawah pohon kelapa. Karakter Aloita terletak pada kemampuannya mempertahankan identitas sebagai destinasi selancar sambil menawarkan pengalaman lebih santai. Suasana komunal tetap terasa, tetapi pasangan yang mencari privasi tetap punya ruang menikmati suasana pulau.

Tips Merencanakan Liburan ke Resor Ini

Keempat resor berada di lokasi terpencil dengan akses terbatas, jadi pemesanan jauh hari jadi pertimbangan utama. Untuk Nihi Sumba dan Aloita, perjalanan darat dari bandara menempuh jalur pegunungan atau pesisir. Bawah Reserve memerlukan penerbangan singkat dari Batam.

Tarif menginap, ketersediaan kamar, dan paket kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya konfirmasi langsung ke pengelola resor atau agen perjalanan sebelum menyusun rencana keberangkatan.

Dari empat pilihan itu, durasi ideal menginap berkisar tiga sampai empat malam untuk menikmati seluruh fasilitas tanpa terburu-buru. Bagi pasangan bulan madu, Cempedak dan Nihi Sumba menawarkan privasi lebih. Sementara peselancar bisa mempertimbangkan Aloita atau Nihi Sumba sesuai level ombak yang dicari.

Reporter: Ragil
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top