LKC Dompet Dhuafa Aceh Serahkan 20 Antropometri Kit dan Pulihkan Posyandu Pascabencana di Pidie Jaya

Penulis: Ragil  •  Jumat, 25 September 2026 | 10:46:01 WIB
Kepala LKC Dompet Dhuafa Aceh menyampaikan program pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Pidie Jaya.

PIDIE JAYA — Kepala Wilayah Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Arfan Ramadhan, menyatakan pihaknya terus mendorong pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana dengan memperkuat sistem yang sudah ada di masyarakat setempat. Menurutnya, pemulihan pascabencana bukan hanya soal mengembalikan fasilitas yang rusak. Masyarakat juga perlu memiliki kapasitas dan sarana untuk kembali menjalankan layanan kesehatan secara mandiri.

Kegiatan peluncuran Program Revitalisasi Posyandu digelar di Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya pada 22 September 2026. Acara itu dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Dinas Kesehatan dan KB, TP-PKK Pidie Jaya, pemerintah desa, bidan desa, kader Posyandu, serta Kepala Puskesmas wilayah penerima Antropometri Kit.

Intervensi di Dua Gampong: Pos Sehat hingga Rehabilitasi Jamban

Program dijalankan lewat beberapa bentuk intervensi yang berbeda di tiap lokasi. Di Gampong Meunasah Lhok, LKC Dompet Dhuafa Aceh melakukan pendampingan desa melalui Pos Sehat KIA-PTM, pemugaran Polindes, serta penguatan kader kesehatan desa.

Sementara di Gampong Meunasah Mancang, intervensi dilakukan melalui Program Sehat Sanitasi (SEHATI) berupa rehabilitasi jamban bagi masyarakat rentan. Langkah itu menjadi bagian dari pemulihan sanitasi pascabencana di wilayah tersebut.

Antropometri Kit untuk 20 Gampong, dari Pengukuran sampai Pelaporan Gizi

LKC Dompet Dhuafa Aceh menyerahkan 20 set Antropometri Kit kepada 20 gampong melalui bidan desa. Bantuan itu ditujukan untuk memperkuat pengukuran dan pemantauan pertumbuhan serta status gizi anak di tingkat desa.

Peluncuran program turut dirangkai dengan Seminar Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal serta Workshop Pengukuran, Interpretasi, dan Pelaporan Status Gizi Anak. Kegiatan diikuti 38 peserta yang terdiri dari Bidan Desa, Kader Posyandu, dan Kader Remaja.

Mengapa Kapasitas Kader Jadi Kunci Pemanfaatan Alat

Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh wilayah Pidie Jaya, Uswatun Hasanah, menambahkan bahwa penguatan kapasitas menjadi bagian penting agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Antropometri Kit merupakan salah satu alat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, penggunaannya perlu didukung dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat, mulai dari cara mengukur, memastikan hasil pengukuran akurat, hingga menginterpretasikan dan mencatat hasilnya," ujar Uswatun.

Arfan menyebut pemulihan kesehatan pascabencana membutuhkan lebih dari sekadar perbaikan fasilitas. Penguatan layanan dasar, kapasitas kader, sanitasi, dan sarana pemantauan kesehatan perlu berjalan bersama agar masyarakat dapat kembali memperoleh layanan secara berkelanjutan.

"Karena itu, kami mendorong penguatan Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) – Penyakit Tidak Menular (PTM), sanitasi, kader kesehatan, hingga pemantauan status gizi agar pemulihan dapat berjalan bersama masyarakat dan berkelanjutan. Walau saat ini kami hanya mampu mendampingi 1 gampong, semoga dengan dukungan pengadaan antropometri untuk 20 desa ini bisa meningkat daya juang kader kesehatan desa lainnya," jelas Arfan kepada RRI pada Kamis, 24 September 2026.

Melalui rangkaian intervensi tersebut, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong pemulihan layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada sarana. Penguatan sistem, kapasitas masyarakat, dan keberlanjutan layanan di tingkat gampong menjadi bagian yang tak terpisahkan dari program ini.

Reporter: Ragil
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top