ACEH — Xiaomi 18 Pro Max resmi diperkenalkan dengan layar ganda AMOLED, panel utama 6,9 inci dan layar belakang 2,9 inci yang sama-sama berrefresh rate 120Hz. Flagship ini juga membawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Extreme, kamera periscope tele 200MP, dan baterai 8500mAh. Harga mulai 6.999 yuan (sekitar Rp 18,7 juta) untuk varian 12GB/256GB, sementara pasar global dan Indonesia belum dipastikan.
Konfigurasi dua layar di Xiaomi 18 Pro Max bukan sekadar pajangan spesifikasi. Layar belakang berukuran 2,9 inci dengan resolusi 912x596 itu disebut membawa spesifikasi nyaris identik dengan panel depan, termasuk refresh rate 120Hz dan puncak kecerahan 4000 nits.
Artinya, layar sekunder bisa dipakai untuk preview kamera saat selfie memakai kamera utama, atau menjalankan aplikasi ringan tanpa perlu membuka layar depan. Pendekatan ini jauh berbeda dari cover display kecil yang biasanya cuma menampilkan jam dan notifikasi.
Modul belakang Xiaomi 18 Pro Max memakai konfigurasi triple. Sensor utamanya 200MP dengan aperture f/1.67, OIS bersertifikasi CIPA 7.0, sensor Light Fusion 960L berukuran 1/1.28 inci, dan teknologi LOFIC untuk menangani dynamic range ekstrem.
Kamera ultrawide 50MP f/2.2 menawarkan sudut pandang 102 derajat. Bintang utamanya ada di kamera periscope tele 200MP f/2.6 dengan optical zoom 3,2x dan optik Leica Summilux, dilengkapi QPD, laser autofocus, lapisan LSC, serta sensor flicker.
Untuk video, kamera belakang sanggup merekam 8K@30fps. Kamera depan 50MP mendukung rekaman 4K@60fps, berguna bagi konten kreator yang bekerja tanpa perangkat tambahan.
Xiaomi membekali perangkat ini dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Extreme, varian octa-core dengan clock speed hingga 5GHz dan GPU Adreno 845. Kombinasi itu menyasar pengguna yang butuh tenaga maksimal untuk gaming berat maupun multitasking harian.
Soal panas, Xiaomi menyiapkan area disipasi seluas 5513mm persegi dan mengklaimnya 50 persen lebih efisien dibanding generasi sebelumnya. Klaim itu penting karena performa puncak chipset sekelas ini hanya berguna kalau tidak cepat turun akibat throttling saat sesi gaming panjang.
Xiaomi 18 Pro Max dilepas mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 18,7 juta untuk varian RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Varian tertinggi, RAM 16GB dengan storage 1TB edisi spesial, dibanderol 10.999 yuan atau setara Rp 29,3 juta.
Pilihan warnanya mencakup Black, White, Peach, Galaxy Blue, dan varian spesial Transparent. Peluncuran tahap pertama menyasar pasar China, dan Xiaomi belum mengumumkan jadwal masuk global termasuk Indonesia.
Baterai 8500mAh menempatkan Xiaomi 18 Pro Max di antara flagship dengan kapasitas daya terbesar saat ini. Ditambah pengisian 100W kabel dan 50W nirkabel, kombinasi ini menjawab keluhan umum pengguna flagship soal daya tahan yang cepat habis.
Dari sisi kamera, sensor periscope 200MP dengan optik Leica Summilux menegaskan posisi Xiaomi di segmen fotografi, wilayah yang selama ini jadi medan tempur utama merek-merek flagship global.
Xiaomi 18 Pro Max paling cocok untuk pengguna yang mengutamakan layar besar, daya tahan baterai, dan fleksibilitas kamera zoom, serta tidak keberatan dengan bobot yang biasanya menyertai baterai jumbo. Bagi yang lebih mementingkan perangkat ringan atau ekosistem di luar HyperOS, menunggu hasil pengujian independen soal efisiensi chipset dan bobot nyata menjadi langkah yang lebih aman sebelum memutuskan membeli.