SINGKIL — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil, Suyatno, membuka langsung kegiatan bimtek tersebut. Peserta dari kalangan pustakawan, tenaga perpustakaan, dan pegiat literasi mengikuti sesi pada dua hari berikutnya, 24-25 September 2026.
Materi yang diberikan mencakup konsep dasar literasi informasi, kebutuhan dan penelusuran informasi, sumber informasi, analisis dan sintesis, evaluasi, hingga penyajian atau diseminasi informasi.
Suyatno menyebut pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas peserta dalam mengelola informasi. Menurutnya, kemampuan itu harus diikuti dengan jejaring antara sekolah, lembaga perpustakaan, dan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memperkuat kapasitas para pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, serta pegiat literasi agar mampu mengelola informasi dengan benar, akurat, dan beretika," kata Suyatno saat membuka kegiatan, Rabu, 23 September 2026.
Ia menambahkan, program ini diarahkan untuk membangun kemampuan literasi yang inklusif sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Bimtek menghadirkan tiga narasumber. Pertama, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sekaligus Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Aceh, Nazaruddin MLIS PhD.
Kedua, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan T Mulkan Safri MIP. Ketiga, praktisi sekaligus Direktur Aceh Library Consultant (ALC), Arkin SIP. Kegiatan dipandu reporter RRI Aceh Singkil, Salihin Barus.
Suyatno berharap peningkatan kapasitas peserta dapat berlanjut di lingkungan masing-masing, baik sekolah, perpustakaan, pemerintahan, maupun masyarakat.
"Kita berharap kegiatan ini dapat membentuk agen-agen literasi yang inovatif, kreatif, dan inspiratif di setiap lingkungan di manapun kita berada," tambahnya.
Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil akan mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor.