SABANG — Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Aceh mencakup sejumlah kabupaten/kota yang tersebar di jalur timur dan tengah provinsi. Pada Senin, 21 September 2026, wilayah yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah.
Wilayah lain juga berpotensi mengalami kondisi cuaca buruk pada hari yang sama, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, dan Pidie Jaya. Peringatan ini berlaku untuk tiga hari berturut-turut dengan cakupan wilayah yang terus diperbarui.
Pada Selasa, 22 September 2026, cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Aceh Timur, Gayo Lues, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Langsa. Memasuki Rabu, 23 September 2026, kondisi serupa diprediksi melanda Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Langsa.
Beberapa wilayah tercatat konsisten masuk dalam daftar peringatan selama tiga hari, terutama Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara. Warga di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kondisi atmosfer tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang mendukung peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Aceh. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
Suhu muka laut yang masih hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan timur Aceh turut berperan meningkatkan proses penguapan. Kandungan uap air di atmosfer yang bertambah mendukung terbentuknya awan hujan.
Masyarakat yang berada di wilayah dalam peringatan dini diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan, pohon tumbang, atau bencana hidrometeorologi, maupun gangguan aktivitas masyarakat.
Cuaca buruk juga perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, perjalanan, maupun kondisi lingkungan. Warga yang hendak melakukan perjalanan darat di jalur lintas timur dan tengah Aceh disarankan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kewaspadaan menjadi penting mengingat kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dalam beberapa hari ke depan.
BMKG Aceh mengeluarkan peringatan dini ini sebagai bagian dari layanan informasi meteorologi rutin untuk wilayah provinsi. Pembaruan prakiraan dapat diakses melalui kanal resmi BMKG untuk memastikan warga mendapatkan informasi terkini.