ACEH — Saham PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) mencatat penurunan terdalam di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan 14-18 September 2026, dengan harga anjlok 39,41% dari Rp505 menjadi Rp306 per saham. Pelemahan SAPX terjadi di tengah tekanan jual yang menyeret Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,53% ke level 6.441 dalam sepekan.
SAPX memimpin daftar top losers pekan ini. Harga saham perusahaan jasa pengiriman itu merosot 39,41% dari posisi Rp505 menjadi Rp306 per saham.
Penurunan SAPX jauh melampaui emiten lain dalam daftar sepuluh saham terlemah. Aksi jual bertubi-tubi sepanjang pekan membuat harga sahamnya kehilangan hampir dua per lima nilai dibanding posisi pekan sebelumnya.
Di posisi terbawah daftar, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) mencatat pelemahan paling terbatas. Saham PADI menyusut 13,89% ke Rp62 dari posisi pekan sebelumnya Rp72.
Rentang penurunan di daftar top losers pekan ini cukup lebar. Selisih antara SAPX di peringkat pertama dan PADI di peringkat kesepuluh mencapai lebih dari 25 poin persentase.
Pelemahan sepuluh saham tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi IHSG. Indeks acuan pasar modal Indonesia itu turun 1,53% ke level 6.441 sepanjang periode yang sama, mencerminkan tekanan jual yang merata di banyak sektor.
BEI mencatat deretan emiten dalam daftar top losers berasal dari berbagai sektor usaha. Keragaman sektor ini menunjukkan tekanan jual tidak terkonsentrasi pada satu industri tertentu.
Berdasarkan statistik BEI, berikut sepuluh saham dengan penurunan terbesar sepanjang pekan 14-18 September 2026:
Data lengkap kesepuluh saham tersebut tersedia dalam statistik perdagangan BEI. Investor dapat memantau pergerakan lanjutan saham-saham ini pada sesi perdagangan berikutnya.
Koreksi IHSG sebesar 1,53% dalam sepekan menempatkan indeks pada level 6.441. Pergerakan ini menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menilai arah tren jangka pendek pasar saham Indonesia.