BANDA ACEH — BMKG menempatkan Aceh dalam kategori waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang disertai angin kencang. Kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika cuaca yang masih terjadi di wilayah utara Sumatra dalam dua hari ke depan.
Masyarakat di daerah rawan bencana hidrometeorologi diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Wilayah Aceh bagian barat dan selatan mendapat perhatian khusus karena potensi hujan lebat masih tinggi di kawasan tersebut.
BMKG menyoroti wilayah rawan genangan, banjir, dan longsor sebagai area yang perlu diantisipasi selama periode peringatan cuaca berlaku. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun dalam waktu singkat dapat mempercepat terjadinya bencana hidrometeorologi di titik-titik rawan tersebut.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada daratan. Perairan barat Aceh juga masuk dalam pantauan karena potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.
BMKG Maritim memprakirakan gelombang di Samudra Hindia barat Aceh dapat mencapai sekitar 2,8 meter pada Jumat. Nelayan dan pengguna jasa pelayaran diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut untuk menghindari risiko di perairan.
Sementara itu, di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, kondisi pada Jumat siang diprakirakan berawan tebal dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius dan kelembapan 82 persen. Gelombang di kawasan pelabuhan relatif rendah, sekitar 0,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau informasi cuaca terbaru dan berhati-hati terhadap perubahan kondisi atmosfer. Kewaspadaan terutama diperlukan ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi dalam waktu singkat.
Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana hidrometeorologi disarankan menyiapkan langkah antisipasi dini. Informasi resmi dari BMKG menjadi acuan utama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di perairan selama periode peringatan berlangsung.