KKP Tebar 4,2 Juta Benur Udang di Aceh Timur, Pulihkan 120 Hektare Tambak Pascabanjir

Penulis: Fajar  •  Rabu, 16 September 2026 | 22:37:31 WIB
Benur udang vaname bantuan KKP ditebar di tambak Gampong Matang Peulawi, Aceh Timur.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyalurkan 4,2 juta ekor benur udang vaname untuk memulihkan tambak di Aceh Timur yang terdampak banjir hidrometeorologi akhir November 2025. Penebaran perdana dilakukan di areal tambak Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, dan menyasar lahan seluas 120 hektare. Bantuan disalurkan melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee.

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan bantuan benur menjadi langkah awal pemerintah menghidupkan kembali aktivitas budi daya warga setelah banjir merusak sejumlah tambak. Penebaran awal mencakup lima gampong di Kecamatan Peureulak, yakni Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih, dan Paya Lipah.

"Sebanyak 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan KKP RI mulai ditebar untuk membantu memulihkan usaha pembudi daya tambak di Aceh Timur yang terdampak banjir akhir November 2025," kata Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Rabu.

313 Hektare Tambak di Peureulak Terendam Banjir

Kabupaten Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare tambak yang tersebar di kawasan pesisir. Khusus di Kecamatan Peureulak, terdapat sekitar 2.156 hektare tambak dan sekitar 313 hektare di antaranya terdampak banjir.

Pemerintah daerah masih mendata sektor perikanan yang terdampak bencana, mulai kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Pendataan itu untuk memastikan warga terdampak mendapat perhatian dan dukungan agar bisa kembali menjalankan usahanya.

Tanggul Jebol hingga Saluran Pendangkalan Hambat Sirkulasi Air

Pemulihan tambak tidak cukup hanya dengan memberikan benih. Sejumlah infrastruktur tambak turut rusak akibat banjir.

"Banjir tidak hanya merusak petakan tambak dan kolam, tetapi juga menyebabkan tanggul jebol, pintu air rusak serta terjadi pendangkalan saluran akibat sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Kerusakan infrastruktur itu membuat program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi bagian penting dari pemulihan. Penebaran benur disebut sebagai bagian dari program tersebut bagi masyarakat yang membudidayakan perikanan.

Pemkab Kawal Usulan Bantuan ke Pemerintah Pusat

Iskandar mengapresiasi dukungan KKP RI melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee yang telah membantu pemulihan ekonomi pembudi daya terdampak banjir. Ia berharap benur yang diberikan dapat dimanfaatkan optimal sehingga tambak warga kembali produktif dan pendapatan keluarga pembudi daya pulih.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut," katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyatakan terus mengawal berbagai usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk untuk sektor perikanan.

"Pemerintah kabupaten tidak berdiam dan terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di segala lini. Kami berharap pemerintah pusat terus mendorong berbagai bantuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Reporter: Fajar
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top