Pemerintah Aceh menetapkan lima komoditas bahan pangan sebagai fokus pengendalian inflasi September 2026, yakni cabai merah, daging ayam ras, beras, bawang merah, dan telur ayam ras. Sistem deteksi dini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh hingga minggu kedua September menunjukkan kelima komoditas itu mengalami kenaikan harga di sejumlah wilayah. Inflasi Aceh pada Agustus 2026 tercatat 0,28 persen secara bulanan dan 4,86 persen secara tahunan.
BANDA ACEH — Asisten II Setda Aceh T Robby Irza mengatakan pemantauan EWS TPID Aceh hingga minggu kedua September menempatkan lima komoditas pangan dalam status perlu perhatian. Selain cabai merah dan bawang merah, pemerintah daerah juga memantau pergerakan harga beras, daging ayam ras, serta telur ayam ras.
Pemantauan itu dilakukan menjelang akhir triwulan ketiga, periode yang biasanya diwarnai tekanan harga pangan di sejumlah kabupaten/kota. Data BPS mencatat inflasi tahunan Aceh per Agustus 2026 mencapai 4,86 persen, sementara inflasi tahun berjalan 1,57 persen.
Harga cabai merah di pasaran tercatat naik bersamaan dengan masuknya sebagian wilayah Aceh ke masa tanam. Pemerintah Aceh menyiapkan dua langkah sekaligus: mengamankan produksi sejak awal tanam dan mendorong realisasi bantuan bibit cabai dari Kementerian Pertanian untuk 110 hektare.
Kerja sama antardaerah dengan wilayah surplus juga disiapkan, bersama Pasar Tani dan fasilitasi distribusi pangan bagi daerah yang mengalami tekanan harga.
"Yang kita lakukan saat ini bukan hanya intervensi harga ketika harga sudah naik, tetapi mengamankan produksi sejak masa tanam, agar tidak gagal panen," kata T Robby Irza di Banda Aceh, Selasa.
Bawang merah tercatat mengalami kenaikan di beberapa daerah pada minggu kedua September, antara lain Aceh Selatan, Pidie, dan Gayo Lues. Pemerintah Aceh akan memperkuat pemetaan produksi, kerja sama antardaerah, serta intervensi distribusi sesuai perkembangan harga di masing-masing wilayah.
Beras masuk perhatian khusus karena harganya naik di sejumlah daerah dan menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan. Koordinasi dengan Bulog terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan melakukan intervensi di wilayah yang mengalami tekanan harga.
Kenaikan harga daging dan telur ayam ras dipengaruhi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan. Indikasinya mencakup berkurangnya ayam siap panen dan keterbatasan distribusi, sementara permintaan meningkat pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan kebutuhan MBG.
Data BPS mencatat sejumlah komoditas yang memberi andil terhadap inflasi bulanan Aceh, antara lain tarif air minum PAM, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan semen. Secara tahunan, andil terbesar datang dari nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, bensin, dan tomat.
Lima komoditas yang kini dipantau TPID Aceh menjadi dasar intervensi harga dan distribusi pada September 2026. Pemerintah Aceh menyatakan langkah lanjutan akan menyesuaikan perkembangan harga di masing-masing kabupaten/kota.