BANDA ACEH — Kontestasi kepemimpinan Partai Demokrat Aceh memasuki tahap penentuan. Hingga penutupan pendaftaran bakal calon ketua DPD pada Selasa (11/8/2026) pukul 23.59 WIB, hanya dua nama yang dinyatakan resmi melengkapi berkas: Nurdiansyah Alasta dan Sayuti Abu Bakar.
Ketua Steering Committee (SC) Musda DPD Partai Demokrat Aceh, Dalimi, membenarkan keduanya telah memenuhi syarat administrasi awal. "Pendaftaran dibuka sejak 5 Agustus dan ditutup 11 Agustus pukul 23.59 WIB. Sampai hari ini baru dua bakal calon ketua yang mendaftar," ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Nurdiansyah Alasta tercatat menyerahkan berkas lebih awal, yakni pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Adapun Sayuti Abu Bakar baru mendaftar di hari terakhir penutupan.
Menurut Dalimi, kedua kandidat telah membawa dukungan dari sejumlah DPC sebagai salah satu syarat pencalonan. Namun, dukungan di tingkat kabupaten/kota itu bukanlah penentu akhir.
Proses penjaringan di daerah hanyalah tahapan awal. Keputusan final siapa yang akan memimpin Demokrat Aceh tetap berada di bawah kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
"Musda ini terarah dari DPP. Kita hanya menerima pendaftaran dan menjalankan tahapan sesuai aturan dari pusat. Penentuan ketua DPD nantinya menjadi kewenangan DPP," tegas Dalimi.
Dalam mekanisme Musda, hak suara berasal dari 23 DPC kabupaten/kota se-Aceh. Selain itu, terdapat organisasi sayap partai yang memiliki satu suara secara kolektif.
Dengan demikian, total hak suara yang tersedia mencapai 25 suara, atau menjadi 26 apabila organisasi sayap partai turut memberikan suaranya. "Untuk organisasi sayap sampai hari ini belum ada dukungan yang masuk. Mereka memiliki satu suara secara bersama-sama melalui kesepakatan internal," jelas Dalimi.
Pelaksanaan Musda yang dijadwalkan pada 18 Agustus masih menunggu persetujuan dari DPP Partai Demokrat. Setelah lampu hijau dari Jakarta diterima, undangan resmi akan segera disebar ke seluruh DPC.
"Musda direncanakan tanggal 18 Agustus. Setelah mendapat persetujuan dari Jakarta, dalam dua atau tiga hari ini undangan kepada DPC akan kita kirim," pungkas Dalimi.
Dinamika menjelang Musda ini menjadi perhatian publik Aceh. Posisi Ketua DPD Partai Demokrat akan menentukan arah koalisi dan strategi partai menghadapi kontestasi politik ke depan di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.