ACEH – Selain mie Aceh yang sudah mendunia, provinsi ini punya deretan hidangan berkuah lain yang tak kalah kaya rempah dan layak dicoba.
Dibuat dari daging sapi yang dimasak bersama potongan nangka muda. Sekilas menyerupai gulai, tapi kuahnya tidak memakai santan, melainkan parutan kelapa yang menghasilkan rasa gurih alami. Sering disajikan dalam acara besar, dimasak dalam kuali tanah liat berukuran besar.
Menggunakan ampas kelapa tua yang sudah diperas minyaknya (disebut pliek u) sebagai bahan dasar. Dicampur berbagai sayuran seperti kacang panjang, daun dan buah melinjo, kecombrang, hingga daun pepaya, dengan tambahan belimbing wuluh kering untuk rasa asam lembut.
Ikan tongkol atau cakalang yang direbus dan dikeringkan hingga keras seperti kayu, lalu diiris tipis dan dimasak bersama kentang, cabai hijau, dan santan. Dulunya jadi bekal para pejuang Aceh karena tahan lama.
Daging sapi atau kambing yang direbus bersama bumbu tanpa proses menumis — cabai merah, cabai rawit, jahe, kunyit, dan lengkuas. Ditambah cuka di akhir masakan untuk rasa asam-pedas-gurih yang khas. Sering dihidangkan pada acara keluarga besar dan perayaan.
Yang membedakan kuliner berkuah Aceh dari daerah lain adalah kombinasi rempah yang sangat kaya — sering memakai belasan jenis rempah dalam satu masakan — dan preferensi memakai kelapa parut/pliek u dibanding santan cair biasa untuk kekentalan kuahnya.